Komunitas Garda Indonesia Sebut Ojol Bukan Buruh: Jangan Diajak Demo!

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 12:35
Komunitas Garda Indonesia Sebut Ojol Bukan Buruh: Jangan Diajak Demo!

LIMAPAGI - Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengungkap pengemudi ojek online (ojol) bukan buruh pekerja. Sebab, para ojol tak menerima upah dari perusahaan pemberi kerja.

Dengan status itu, Igun meminta kelompok atau federasi di luar profesi ojol tak memanfaatkan para driver untuk kepentingan tertentu.

"Garda Indonesia menolak pengemudi ojek online dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok di luar profesi ojol atau yang mengaku sebagai serikat, federasi atau perkumpulan dengan tujuan menyerap massa ojol," ujar Igun dalam keterangan tertulis yang diterima Limapagi, Kamis 25 November 2021.

Garda Indonesia, kata Igun, juga menolak aksi serikat maupun federasi profesi di luar pengemudi ojol mencampuri urusan perjuangan ojol dalam memperjuangkan legalitas maupun nasib.

Igun meminta semua elemen perjuangan ojek online dan rekan-rekan pengemudi ojol agar bisa menolak ajakan atau propaganda kelompok-kelompok di luar profesi ojol. Meski ajakan itu dilakukan dengan dalih memperjuangkan nasib pengemudi ojol.

"Karena pengemudi ojek online merupakan pejuang nafkah keluarga dan pejuang satu aspal yang berintegritas mampu memperjuangkan nasibnya sendiri dengan bersatu padu dalam semboyan Salam Satu Aspal," ujar Igun.

Diketahui, Garda Indonesia tengah membahas legalitas ojek online bersama Komisi V DPR RI dengan merevisi UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dengan tujuan melegalkan ojek online sebagai alat transportasi yang dapat digunakan mengangkut penumpang maupun barang secara yuridis.

Igun menegaskan Garda Indonesia bersama seluruh elemen, organisasi, perkumpulan dan komunitas perjuangan pengemudi ojek online di seluruh Indonesia secara aktif akan terus berjuang secara berkelanjutan agar pengemudi ojek online memiliki legalitas secara komprehensif.

Berikut draf lengkap Pernyataan Sikap Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Nasional yang diterima Limapagi, Kamis 25 November 2021;

Garda Indonesia menyatakan sikap bahwa :
1. Pengemudi Ojek Online bukan sebagai buruh pekerja, karena pengemudi ojek online tidak menerima upah dari perusahaan pemberi kerja

2. Menolak pengemudi ojek online dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok diluar profesi pengemudi ojek online ataupun yang mengaku sebagai serikat, federasi ataupun perkumpulan dengan tujuan untuk menyerap massa pengemudi ojek online bagi kepentingan kelompok-kelompok tersebut.

3. Menolak dengan tegas dan keras adanya pihak atau kelompok ataupun serikat maupun federasi diluar profesi pengemudi ojek online mencampuri urusan perjuangan elemen-elemen, organisasi, komunitas pengemudi ojek online dalam memperjuangkan legalitas maupun nasib kami secara mandiri.

4. Semua elemen perjuangan ojek online dan rekan-rekan pengemudi ojek online agar dapat menyadari dan tegas mengambil sikap untuk juga menolak ajakan atau propaganda kelompok-kelompok diluar profesi ojek online dengan dalih memperjuangkan nasib pengemudi ojek online, karena pengemudi ojek online merupakan pejuang nafkah keluarga dan pejuang satu aspal yang berintegritas mampu memperjuangkan nasibnya sendiri dengan bersatu padu dalam semboyan Salam Satu Aspal.

Artikel Asli