Pemerintah Kembangkan Program Santri Digitalpreneur

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 13:12
Pemerintah Kembangkan Program Santri Digitalpreneur

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus berupaya memulihkan sektor pariwisata dan industri kreatif (parekraf) yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satu pihak yang mendapat perhatian adalah pondok pesantren. Kemenparekraf mengaku telah membuat program Santri Digitalpreneur Indonesia guna mendorong kewirausahaan di tanah air.

Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Oleh karena itu, pemerintah mendorong santri untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui digitalisasi.

"Semua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memajukan pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia," kata Sandiaga dalam keterangan, Kamis (25/11).

Dia menjelaskan, Santri Digitalpreneur Indonesia berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital. Program juga melatih pengaplikasiannya sebagai modal mereka untuk menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif setalah mereka lulus.

Sandiaga berharap program itu bisa membuat mereka terbiasa dengan teknologi untuk mendukung ide-ide kreatif dan menghilangkan ketakutan untuk menjadi santri. Menurutnya, hal itu mengingat saat ini banyak anggapan jika santri hanya terkungkung dengan pelajaran agama saja.

Dia menyampaikan Kemenparekraf terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan resiliensi daya usaha. Dia mengatakan, hal itu dilakukan dengan menerapkan prinsip Commitment, Competence dan Champion (3C).

"Bergerak cepat saja tidak cukup, kita harus bergerak bersama-sama dan garap semua potensi bisnis yang ada untuk ciptakan lapangan kerja baru. Lewat ide-ide yang inovatif dan kreatif, kita dapat kembali bangkit dan memajukan perekonomian Indonesia," katanya.

Berdasarkan data, Sandiaga menyampaikan industri pariwisata di Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 85 triliun pada paruh pertama pada 2020, dengan kerugian industri hotel dan restoran hingga Rp70 triliun. Kehadiran program edukasi kewirausahaan seperti Santri Digitalpreneur Indonesia akan semakin mendorong pemulihan ekonomi di tanah air, selain lewat bantuan insentif pemerintah.

Artikel Asli