Salatiga Fokus Pembinaan UMKM

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 13:20
Salatiga Fokus Pembinaan UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, SALATIGA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga bakal mendorong pembinaan serta pengembangan sektor Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) menghadapi momentum pandemi Covid-19 yang relatif melandai. Strategi ini bakal dioptimalkan sebagai daya ungkit kebangkitan ekonomi daerah.

Terlebih UMKM di Kota Salatiga telah mampu membuktikan --tidak saja mampu bertahannamun juga mampu menunjukkan pertumbuhan positif selama pandemi Covid-19, hampir dua tahun terakhir. Walaupun dihantam pandemi Covid-19, masyarakat Kota Salatiga masih bisa bertahan dengan membuka usaha kecil, ungkap Wali Kota Salatiga, H Yuliyanto SE MM, Kamis (25/11).

Hal ini, jelasnya, bisa dilihat dari statistik UMKM di Kota Salatiga yang justru mampu tumbuh labih dari 100 persen kendati harus menghadapi situasi sulit akibat pandemi. Jika sebelum pandemi jumlah UMKM di Kota Salatiga hanya sekitar 12 ribu, saat ini saat ini tumbuh menjadi 24 ribu UMKM.

Wali kota juga mengakui, pertumbuhan UMKM ini memang di luar perkiraannya, terlebih berlangsung di masa sulit akibat pandemi. Namun setidaknyaini mampu membuktikan jika masyarakat Kota Salatiga cukup kreatif dan inovatif dalam menyiasati pandemi maupun situasi ekonomi yang serba sulit tersebut, jelasnya.

Tentunya --dengan pertumbuhan UMKM iniPemerintah Kota (Pemkot) Salatiga akan melihat hal itu sebagai peluang untuk menyongsong pemulihan ekonomi. Maka strategi yang bakal diambil adalah melakukan inovasi- inovasi melalui Dinas UMKM maupun dinas terkait lainnya untuk bersinergi membuat kegiatan yang langsung menyentuh pada kepentingan UMKM.

Seperti pembinaan, sosialisasi dan penguatan kapasitas bagi para Pelaku UMKM. Baik melalui pelatihan- pelatihan, bantuan peralatan, dukungan pemasaran, pemanfaatan digitalisasi dan lainnya dan ini kita lakukan bersama- sama dengan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Salatiga.

Meski begitu, Yuliyanto juga tidak membantah dalam upaya mengoptimalkan strategi pemulihan ekonomi pascapandemi tersebut butuh kerja keras dan perhitungan yang cermat dari para pemangku kebijakan yang terlibat. Sebab kendala- kendala yang bakal dihadapi pasti tetap akan ada.

Misalnya kendala yang terkait dengan kebijakan penganggaran, sebab alokasi anggaran daerah sebagian sudah di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Pun demikian dengan anggaran yang bersumber dari Pemerintah Pusat (APBN) pun juga banyak yang dikurangi hingga tahun 2022 nanti.

Misalnya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pusat juga sudah dikurangi, demikian halnya dana insentif daerah yang diberikan pusat. Biasanya untuk insentif daerah yang diterima Kota Salatiga mencapai 70-an miliar, namun di tahun 2022 nanti, besarannya hanya tinggal sekitar Rp 11 miliar saja, jelasnya.

Sehingga, tambah Yuliyanto, akan masih banyak pula kegiatan- kegiatan yang harus dirasionalisasi, pembangunan juga masih ada yang harus dikurangi. Di sisi lain, Pemkot Salatiga juga bakal melakukan penghematan- penghematan, seperti perjalanan dinas, bahan bakar dan pos lain agar tetap bisa menghidupkan dan menggerakkan ekonomi di masa pandemi.

Oleh karena itu, kepada warga Kota Salatiga, Yuliyanto juga meminta masyarakat Kota Salatiga tidak pesimis namun tetap optimistis. Di tengah masa pandemi maupun pascapandemi UMKM harus bisa bangkit, bisa tumbuh dan bisa berkembang.

Terlebih lagi masyarakat Kota salatiga sudah membuktikan dan contohnya juga sudah banyak, UMKM di Kota Salatiga yang terus tumbuh dan mereka masih tetap bertahan dan bahkan juga ada UMKM yang terus berkembang.

Ada UMKM yang awalnya hanya mempekerjakan tiga orang sekarang sudah bisa mempekerjakan 150 orang dan mampu menjangkau pasar ekspor ke 11 negara. Omsetnya dulu hanya usaha kecil sekarang mampu mencapai Rp 5 miliar per tahun.

Ii menjadi hal yang luar biasa di Kota Salatiga. Maka, saya mengimbau kepada warga Kota Salatiga tidak perlu berkecil hati, tidak perlu pesimis namun tetap optimistis, Kota Salatiga akan bisa bangkit dari situasi sulit akibat dampak pandemi Covid-19, tegasnya.

Artikel Asli