Ditelusuri KPK, Penyebab Pemprov DKI Bayar Formula E Lebih Mahal Dari Kota Lainnya

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 12:44
Ditelusuri KPK, Penyebab Pemprov DKI Bayar Formula E Lebih Mahal Dari Kota Lainnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri mahalnya biaya penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta. Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membayar 122,102 juta poundsterling atau senilai Rp 2,3 triliun untuk mengadakan ajang balap itu. Sementara negara lain, hanya merogoh kocek Rp 1,7 miliar sampai Rp 17 miliar.

"Itu yang tentu nanti didalami oleh penyelidik, kenapa harus membayar sampai sedemikian mahal, dan seterusnya," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (25/11).

Dia menduga, bisa saja pembayaran ajang balap Formula E lebih mahal karena daya tarik Jakarta kalah dibandingkan kota lain di dunia yang sudah populer, dan sudah bisa menarik wisatawan untuk menyaksikan formula E.

"Mungkin juga ada branchmarking ke negara lain. Bisa saja misalnya kota-kota lainnya kan sudah terkenal. Misalnya Roma, mereka kan mungkin kotanya lebih terkenal kan," bebernya.

"Dan Jakarta mungkin kita kan mau meng- upgrade supaya Jakarta dikenal dunia internasional. Kan seperti itu barangkali," imbuh eks hakim adhoc Pengadilan Tipikor itu.

Meski begitu, untuk memastikannya, KPK akan mendalami seluruh transaksi DKI Jakarta dalam penyelenggaraan ajang balap mobil listrik itu.

"Informasi-informasi itu yang nanti akan didalami oleh penyelidik. Alasan-alasan kenapa pemprov DKI membayar sekian-sekian, dan transfernya ke mana, apakah ke pihak-pihak yang betul-betul punya kewenangan ya misalnya pemilik hak atas formula e dan seterusnya," tandas Alex.

Sebelumnya, KPK memastikan, penyelidikan rasuah dalam ajang balap Formula E tidak sembarangan. "Seluruhnya didasarkan pada kecukupan bukti-bukti yang membuat terangnya suatu konstruksi peristiwa pidana korupsi," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Senin (15/9). [OKT]

Artikel Asli