Tuai Polemik, Wakil Ketua Komisi II DPR Pilih Minta Maaf kepada PP

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 25 November 2021 - 12:39
Tuai Polemik, Wakil Ketua Komisi II DPR Pilih Minta Maaf kepada PP

JawaPos.com Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang meminta maaf kepada keluarga besar organiasai kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila mengenai pernyataanya terdahulu.

Adapun Junimart sebelumnya meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menertibkan ormas yang kerap terlibat bentrokan.

Namun demikian apabila saya dipersalahkan karena tanggapan itu, sebagai manusia beriman saya minta maaf kepada keluarga PP, ujat Junimart saat dikonfirmasi, Kamis (25/11).

Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengaku keluarga besar PP tidak membaca pernyataan dirinya secara utuh yang meminta ormas ditertibkan oleh Kemendagri.

Karena tidak ada stetment saya yang menyatakan agar Kemendagri membubarkan PP sebagai ormas berskala nasional, katanya.

Junimart juga mengatakan, permintaan maaf ini lantaran dirinya menjunjung tinggi kedamaian antar sesama. Sehingga dia lebih memilih meminta maaf kepada keluarga besar PP.

Ini bukan masalah protes, tetapi menjunjung asas perdamian sesuai Pancasila, ungkapnya.

Sebelumnya, belum lama ini terjadi bentrokan antar ormas PP dan Forum Betawi Rempug (FBR) di Ciledug, Kabupaten Tangerang yang diduga akibat rebutan penguasaan lahan.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang, mendesak Kemendagri segera menertibkan sejumlah ormas yang kerap terlibat bentrokan. Menurutnya, tujuan dari pendirian sebuah ormas adalah untuk membantu pemerintah dalam menjaga ketertiban umum.

Menurut Junimart, ketika didapati ada ormas yang dianggap justru telah meresahkan, pemerintah berkewajiban untuk hadir sesuai dengan kewenangannya. Kewenangan tersebut baik itu untuk pembinaan maupun penertiban.

Junimart melanjutkan, pencabutan izin atas ormas tersebut dinilai tepat sebagai solusi yang wajar dilakukan oleh Kemendagri. Terlebih jika memang ormas tersebut sudah diberi peringatan, namun masih tetap menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

Artikel Asli