Papua Butuh Pendekatan Humanistis

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 25 November 2021 - 12:31
Papua Butuh Pendekatan Humanistis

JawaPos.com Menjelang kunjungan ke Papua pekan depan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kembali menemui sejumlah pejabat. Rabu (24/11) Andika menemui Wakil Presiden Maruf Amin dan Ketua DPD La Nyalla Mattalitti. Dalam pertemuan dengan wakil presiden, Andika sempat menyampaikan beberapa hal terkait dengan rencana yang ingin dia lakukan di Papua.

Andika diterima di kediaman resmi wakil presiden di Jakarta. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam. Mulai pukul 11.00 sampai 12.00 WIB. Isi pertemuan antara Maruf dan Andika itu disampaikan Masduki Baidlowi selaku juru bicara wakil presiden.

Masduki mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung secara kekeluargaan. Sebab, selama ini Andika secara periodik memang kerap bertemu dengan Maruf Amin. Termasuk ketika menjabat KSAD, Andika selalu melaporkan perkembangan internal TNI-AD.

Sekarang beliau sudah jadi panglima. Wapres meminta untuk terus memantau perkembangan nasional seperti apa, khususnya di Papua, ungkapnya.

Pesan tersebut ditekankan karena wakil presiden memiliki tanggung jawab menyejahterakan Papua. Sedangkan panglima TNI memiliki kewajiban menjaga keamanan di Papua.

Dalam pertemuan itu, secara khusus ada pembicaraan bagaimana landasan pengamanan di Papua. Menurut Masduki, landasan pengamanan di Papua tersebut diharapkan dijadikan sebuah kebijakan oleh panglima TNI yang baru. Panglima TNI juga diharapkan bisa membawa suasana baru yang lebih kondusif untuk keamanan di Papua.

Di kediaman dinas La Nyalla, Andika juga menyampaikan komitmennya untuk segera datang ke Bumi Cenderawasih. Namun, dia tidak menjawab secara terperinci mengenai langkah-langkah yang bakal dilakukan di sana. Tetapi, sesuai dengan janji saya, paling lambat nanti setelah saya tiba di Papua minggu depan (akan dijelaskan, Red), terang Andika kepada awak media setelah bertemu dengan La Nyalla.

Andika mengaku masih perlu waktu untuk melakukan orientasi. Salah satu caranya ialah mendatangi sejumlah pimpinan lembaga negara. Menurut dia, itu pula yang dilakukan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam kunjungan ke Papua. Walaupun sudah lama menjadi perwira TNI Angkatan Darat, dengan tugas yang lebih besar, tanggung jawab yang lebih luas, kami juga perlu tahu (lebih banyak, Red), bebernya.

Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar menuturkan, salah satu pola pendekatan yang dinilai tepat untuk Papua adalah humanisasi. Humanisasi dapat mengubah pandangan kelompok separatis teroris (KST) terhadap pemerintah Indonesia. Bila menjalankan pendekatan humanistis, Jenderal Andika berpotensi kuat untuk menjadi juru damai di Papua.

Chaidar menjelaskan, pendekatan humanistis merupakan respons yang dapat mencegah eskalasi kekerasan. Dengan mengakui martabat yang melekat pada manusia, mengakui kemanusiaan lawan dan hak asasi keluarga manusia, ujarnya.

Dengan humanisasi, terbuka potensi kedua pihak yang saling bermusuhan untuk saling mengenal. Sehingga dapat membantu membatasi terjadinya kekerasan yang ekstrem. Selama konflik ketegangan sosial berkepanjangan, urainya.

Kebencian dan keterasingan timbul di kedua pihak, yang kemudian bisa menjadi perbuatan dehumanisasi dengan wajah kekerasan fisik. Humanisasi ini menutup jalan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia, bahkan tindakan genosida, jelasnya.

Artikel Asli