Anies di Hari Guru Nasional 2021: Peran Guru Tak Bisa Diganti Teknologi

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 11:35
Anies di Hari Guru Nasional 2021: Peran Guru Tak Bisa Diganti Teknologi

LIMAPAGI - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional 2021 di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis 25 November 2021.

Dalam pidatonya, Anies mengungkap guru-guru di Jakarta bisa kreatif dan dinamis. Kedua hal tersebut, kata Anies, membuat guru di ibu kota bisa tumbuh dan berkembang.

Kita sudah melihat penampilan para guru, ada yang menari, menyanyi, memainkan alat musik, kita berikan tepuk tangan untuk mereka. Ini menggambarkan guru-guru kita kreatif, menggambarkan guru Jakarta yang dinamis dan bisa terus tumbuh berkembang, kata Anies di lokasi.

Anies mengatakan peran guru bisa tergantikan dengan teknologi apabila cara mengajar di kelas seperti mesin. Namun, guru akan dikenang apabila dalam mengajar menggunakan hati.

Tadi disampaikan guru tak bisa digantikan teknologi. Sebenarnya bisa, apabila guru tersebut mekanistik dan itu-itu saja. Namun, jika gurunya mengajar dengan hati dan menginspirasi, maka tak ada teknologi yang menggantikan, dan insya Allah itu adalah guru di Jakarta, ujar Anies.

Menurut Anies, guru seharusnya bisa menciptakan ekosistem sekolah yang menantang, namun menyenangkan. Sehingga, dapat membuat murid senang dalam kegiatan belajar mengajar.

Terkait sekolah menantang dan menyenangkan, pengalaman saya bahwa berikan yang menantang tapi menyenangkan, karena sebuah sekolah yang baik itu diukur dari muridnya. Apabila murid ingin balik menerima pembelajaran di sekolah, maka sekolah itu menyenangkan, tapi apabila murid berat hati saat bersekolah, maka sekolah jadi masalah, dan ini jangan terjadi di Jakarta, jelasnya.

Anies juga mengajak semua elemen mengenang jasa dan peran guru. Di sisi lain, para guru di Jakarta juga diharapkan bisa menjadi pendidik yang menginspirasi para murid.

Hari ini kita mengingat peran besar guru, tanpa mereka kita tak duduk di ruangan ini. Ketika berbicara tentang guru, memori kita yang muncul adalah masa lalu. Dan apa yang sekarang kita kerjakan selalu mencerminkan didikan yang kita terima. Ini sebuah refleksi, apakah kita diingat oleh murid kita, guru diingat karena apa? Menginspirasi atau menyebalkan. Pertanyaannya, kita mau diingat sebagai yang mana? Insya Allah, guru-guru di Jakarta akan diingat sebagai yang menginspirasi, terang Anies.

Artikel Asli