Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Kawal Demo Buruh

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 12:04
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Kawal Demo Buruh

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko mengungkapkan, ada 3.200 personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP yang diterjunkan untuk mengawal demo buruh yang rencananya diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah di Jatim.

Gabungan buruh dari Sidoarjo, Gersik, Malang, Pasuruan, Jember, dan Surabaya berencana menggelar aksi menuntut kenaikkan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) 2022 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

"Personel gabungan disiagakan di pintu masuk Surabaya, kawasan Industri, exit tol, dan titik-titik kumpul massa aksi, dalam rangka pengawalan dan pengamanan agar aksi unjuk rasa tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar," kata Gatot di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (25/11).

Selain itu, lanjut Gatot, pihaknya juga bakal melakukan sejumlah rekayasa lalulintas agar aksi yang digelar tidak mengganggu aktivitas warga Surabaya. Ia pun mengimbau warga Surabaya untuk sementara menghindari jalan yang kemungkinan dilalui massa aksi, seperti Jalan Gubernur Suryo, atau Gedung Negara Grahadi Surabaya. Ia mengatakan, petugas bakal melakukan penutupan ketika buruh menggelar aksi di sekitar jalan tersebut.

Gatot mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dari elemen lain selain buruh, pihaknya telah membentuk tim khusus. Tim khusus tersebut nantinya akan berkoordinasi dengan koordinator aksi, sehingga demo yang digelar tidak disusupi pihak-pihak tidak nertanggung jawab.

"Kami menyiapkan tim khusus yang memantau kelompok-kelompok di luar buruh yang akan berdemo. Nantinya kita akan pisahkan dengan melakukan koordinasi dengan korlapnya dan pengamanan obyek vital serta patroli ke perusahaan," ujarnya.

Gatot juga mengimbau kepada peserta demo untuk melaksanakan kegiatannya dengan tertib dan tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat, khususnya warga Surabaya. "Selain itu diharapkan peserta demo juga tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat Surabaya dalam beraktivitas," ujarnya.

Artikel Asli