Santri Digitalpreneur, Aksi Nyata Sandi Kembangkan Ekraf Pondok Pesantren

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 11:32
Santri Digitalpreneur, Aksi Nyata Sandi Kembangkan Ekraf Pondok Pesantren

Dampak pandemi Covid-19 membuat berbagai sektor, termasuk industri kreatif dan pariwisata. Berbagai inisiatif dilakukan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) untuk memulihkan sektor pariwisata dan industri kreatif.

Di antaranya, lewat Bantuan Insentif Pemerintah kepada masyarakat, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengalami dampak paling berat.

Hingga paruh pertama pada 2020, industri pariwisata di Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 85 triliun, dengan kerugian industri hotel dan restoran hingga Rp 70 triliun.

Sebagian besar sektor kreatif juga terkena dampak yang sangat berat. Dalam menghidupkan kembali perekonomian nasional, Kemenparekraf juga meningkatkan berbagai program edukasi yang mendorong kewirausahaan.

Salah satu program yang digalakkan ialah Santri Digitalpreneur Indonesia. Program ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital.

Serta, mengaplikasikannya sebagai modal mereka untuk menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif setalah mereka lulus.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Karena itu Kemenparekraf mendorong mereka untuk mengembangkan ekonomi kreatifmelalui digitalisasi.

"Semua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memajukan pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia, ujar Sandi dalam keterangan resmi, Kamis (25/11).

Ke depannya, santri akan terbiasa dengan teknologi untuk mendukung ide-ide kreatif. Ketakutan untuk menjadi santri akan hilang dengan sendirinya. Diketahui, saat ini banyak anggapan kalau santri hanya terkungkung dengan pelajaran agama saja.

Kemenparekraf juga memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan resiliensi daya usaha, yang dilakukan dengan penerapan prinsip 3C: Commitment, Competence, dan Champion.

"Bergerak cepat saja tidak cukup, kita harus bergerak bersama-sama dan garap semua potensi bisnis yang ada untuk ciptakan lapangan kerja baru. Lewat ide-ide yang inovatif dan kreatif, kita dapat kembali bangkit dan memajukan perekonomian Indonesia," tutup Sandi. [OKT]

Artikel Asli