Simak Pentingnya Peningkatan Akreditasi Jurnal Ilmiah

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 11:26
Simak Pentingnya Peningkatan Akreditasi Jurnal Ilmiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dalam penelitian atau menyusun karya tulis ilmiah, tentu membutuhkan referensi, yang salah satunya dalam bentuk jurnal. Agar lebih bagus, ada baiknya dalam memilih referensi jurnal tersebut sudah terakreditasi.

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), melaksanakan kegiatan workshop Peningkatan Akreditasi Jurnal Ilmiah dan Penyelenggaraan Konferensi Internasional, pada Senin (15/11) lalu.

Workshop ini menghadirkan narasumber yaitu Rizki Wahyudi selaku Editor Jurnal Telematika (Sinta 2) Universitas Amikom Purwokerto dan Taufik Baidawi selaku ketua LPPM Universitas BSI.

Dalam workshop tersebut, Rizki memberikan beberapa penjelasan mengenai peningkatan akreditasi jurnal dan konferensi internasional. Hal tersebut menjadi sangat penting merujuk pada peraturan menteri riset, teknologi dan pendidikan tinggi, akreditasi jurnal ilmiah yaitu instrumen evaluasi diri.

Pengajuan akreditasi pada website arjuna, memiliki beberapa kriteria salah satunya memiliki electronic internasional standard serian number (E-ISSN) dan jurnal sudah terindeks di Lembaga pengindeks nasional, jelas Rizki Wahyudi.

Sementara itu, Taufik Baidawi menambahkan, bahwa publikasi jurnal juga setiap 2 tahun sekali melakukan re-akreditasi sebelum habis masa berlaku akreditasinya. Pada dasarnya, publikasi jurnal memiliki peringkat akreditasi, dimana hasil dari instrumen evaluasi diri yang disebutkan tadi, sehingga kita dapat meningkatkan peringkat akreditasi disetiap 2 tahun sekali atau pas saat re-akreditasi, ujarnya dalam keterangan tertulis Kamis (25/11).

Ia juga menambahkan, jurnal nasional menjadi bagian penting dari publikasi ilmiah yang tentu perlu terus didukung perkembangannya. Bagi para penulis, jurnal nasional terakreditasi menjadi hal yang wajib diketahui untuk menghindari jurnal predator.

Pada prinsipnya dengan mengetahui akreditasi jurnal, salah satunya dapat mengantisipasi agar terhindar dari jurnal predator. Jurnal predator sudah bukan hal yang asing lagi bagi para dosen dan peneliti, sebab seolah-olah bisa membantu mempublikasikan artikel ke dalam jurnal ilmiah. Namun, justru penulis akan diminta untuk membayar sejumlah biaya, bahkan tidak pernah ada publikasi artikel ke dalam jurnal yang disediakan, tutur Taufik.

Artikel Asli