Transisi Menuju Endemi, Kasus Covid-19 Harus Terkendali

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 25 November 2021 - 11:15
Transisi Menuju Endemi, Kasus Covid-19 Harus Terkendali

JawaPos.com Indonesia berharap situasi pandemi Covid-19 bisa menjadi endemi. Terus terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sangat diharapkan agar pandemi dapat diakhiri, dan Indonesia dapat memasuki tahapan endemi Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan, Indonesia harus terus mempertahankan kondisi kasus yang terkendali di tengah lonjakan kasus di berbagai negara di dunia. Laju kasus Covid-19 di Indonesia saat ini masih cukup terkendali.

Dan seharusnya bisa disikapi dengan hati-hati dan mulai menyusun rencana menuju tahapan perkembangan kasus yang lebih terkendali yaitu status endemi, kata Prof Wiku dalam keterangan virtual Satgas Covid-19, baru-baru ini.

Menurutnya transisi menuju endemi dapat sewaktu-waktu terhambat akibat lonjakan kasus yang kembali terjadi.

Agar masyarakat mudah memahami, Prof Wiku mengedukasi masyarakat berdasarkan ilmu epidemiologi. Jika berdasarkan luas penularannya, maka dapat dibagi kondisi penularan suatu penyakit, termasuk Covid-19 menjadi 3 bagian.

Epidemi
Ini berarti kondisi di mana peningkatan kasus yang cepat di wilayah tertentu. Contohnya Covid-19 yang awalnya ditemukan pada bulan Desember 2019 di Kota Wuhan, Tiongkok dan terus menyebar sampai seluruh penjuru negeri tersebut.

Pandemi
Kondisi di mana peningkatan jumlah kasus Covid-19 secara cepat dan bersamaan di banyak negara bahkan diseluruh dunia. Contohnya penetapan pandemi Covid-19 pada tanggal 11 Maret 2020 hingga kini. Kondisi kasus masih tergolong tinggi di beberapa negara bahkan merupakan lonjakan berulang setelah pelandaian. Seperti contohnya di negara Amerika Serikat, Rusia, Inggris dan Jerman.

Endemi
Kondisi di mana kasus masih tetap ada di beberapa wilayah dengan jumlah kasus yang rendah dengan laju penularan yang stagnan. Tahapan epidemi menjadi pandemi Covid-19 telah banyak memberikan pelajaran bagi kita.

Khususnya terkait pentingnya mencegah agar lonjakan kasus tidak lagi terjadi di kemudian hari, tegas Prof Wiku.

Artikel Asli