KontraS: Surat Telegram Panglima TNI Menebalkan Impunitas

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 25 November 2021 - 10:56
KontraS: Surat Telegram Panglima TNI Menebalkan Impunitas

JawaPos.com Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti beberapa permasalahan di institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI), seperti terbitnya Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/1221/2021 mengenai prosedur pemanggilan prajurit TNI oleh aparat penegak hukum. Wakil Koordinator KontraS, Rivanlee Anandar menilai, langkah tersebut memiliki tendensi untuk mengembalikan militerisme sebagaimana yang terjadi pada era orde baru.

Surat Telegram TNI tentu merupakan upaya untuk memberikan keistimewaan bagi aparat TNI agar kebal terhadap proses hukum yang berlaku. Selama ini, proses pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit TNI masih jauh dari sistem yang transparan dan akuntabel, kata Rivanlee dalam keterangannya, Kamis (25/11).

Menurutnya, lahirnya peraturan baru ini jelas akan semakin menunjukkan upaya perlindungan dari kesatuan terhadap anggotanya dan menebalkan impunitas di tubuh TNI. Selain itu, Surat telegram ini juga akan sangat berbahaya bagi mental prajurit TNI yang akan dengan mudahnya melakukan berbagai pelanggaran, yang berkelindan dengan tindak pidana karena telah merasa bahwa seolah mereka kebal hukum.

Adapun surat telegram tersebut juga akan menjadi preseden buruk, sebab institusi lain akan melakukan hal serupa untuk lari dari pertanggungjawaban hukum, ungkap Rivanlee.

Sebelum terbitnya surat telegram tersebut, lanjut Rivanlee, praktik semacam ini telah dilakukan secara tidak langsung oleh kesatuan TNI, misalnya dengan mengirimkan surat rekomendasi keringanan hukuman bagi prajuritnya yang melakukan pelanggaran hukum, sebagaimana dapat dilihat dalam kasus yang dialami almarhum Jusni. Tidak hanya itu, dalam kasus yang menewaskan Pendeta Yeremia di Intan Jaya yang juga diduga dilakukan oleh prajurit TNI, dalam pengusutannya pihak TNI cenderung tertutup dengan tidak membuka akses informasi kepada publik atas proses penyelidikan/penyidikan yang sedang dilakukan.

Selain itu, kami juga menilai bahwa surat telegram TNI ini juga inkonstitusional sebab melanggar prinsip equality before the law, sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945. Penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan ataupun KPK akan mengalami kesulitan dalam mengusut tuntas pelanggaran yang dilakukan oleh aparat militer, sebab memiliki berbagai keterbatasan dalam substansi surat telegram tersebut.

Semisal, dalam hal melakukan pemanggilan dalam suatu proses hukum, penegak hukum harus melalui dan berkoordinasi dengan Komandan/Kepala Satuan TNI terkait. Penambahan prosedural tersebut tentu menjadikan mekanisme hukum semakin berbelit, sehingga berimplikasi pada lemahnya penegakan hukum materiil. Belum lagi kultur atasan yang seringkali melindungi bawahannya apabila melakukan pelanggaran, tegas Rivanlee.

Oleh karena itu, KontraS meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bisa mencabut Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/1221/2021 mengenai prosedur pemanggilan prajurit TNI oleh aparat penegak hukum. Panglima TNI untuk mencabut Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/1221/2021, tandas Rivanlee.

Sebagaimana diketahui, terdapat empat poin yang diatur dalam Surat Telegram Panglima Nomor ST/1221/2021 ini. Pertama, pemanggilan yang dilakukan kepada prajurit TNI oleh Polri, KPK, aparat penegak hukum lainnya dalam rangka untuk memberikan keterangan terkait peristiwa hukum harus melalui Komandan/Kepala Satuan.

Kedua, pemanggilan terhadap prajurit TNI yang tidak sesuai dengan prosedur, agar Komandan/Kepala Satuan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang dimaksud. Ketiga, prajurit TNI yang memberikan keterangan terkait peristiwa hukum, kepada aparat penegak hukum dapat dilakukan di satuannya dengan didampingi Perwira Hukum atau Perwira Satuan.

Keempat, prajurit TNI yang memberikan keterangan terkait peristiwa hukum kepada aparat penegak hukum dapat dilakukan di kantor aparat penegak hukum yang memanggilnya dengan didampingi Perwira Hukum.

Artikel Asli