Cabuli Anak Kandung, Ayah di Surakarta Dijerat 15 Tahun Penjara

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 10:19
Cabuli Anak Kandung, Ayah di Surakarta Dijerat 15 Tahun Penjara

LIMAPAGI - Satreskrim Polres Salatiga akhirnya membekuk M, pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya LS. Atas perbuatannya korban dijerat hukuman 15 tahun penjara.

Kasus pencabulan yang dilakukan M terungkap tak lama pasca putrinya melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menyayat tangannya. Aksi bunuh diri itu dilakukan LS di salah satu sekolah menengah atas di Kota Salatiga.

Laporan aksi bunuh diri yang dilakukan LS memantik perhatian banyak pihak. Siswi 16 tahun itu pun digelandang ke Mapolres Salatiga untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolres Salatiga, AKBP Indra Mardiana mengatakan pemeriksaan intensif yang dilakukan pihaknya berhasil membuat LS buka suara. Keterangan LS juga didukung dengan temuan sejumlah bukti permulaan yang cukup kuat untuk melakukan penangkapan terhadap M, ayah kandung korban.

"Pada polisi korban mengaku kerap disetubuhi Ayah kandunganya. Pencabulan itu dilakukan M mulai tanggal 26 Agustus 2021 lalu," kata Indra, Rabu, 24 November 2021.

Tak main-main, LS mengaku Ayahnya mencabulinya dua hingga tiga kali dalam seminggu. Sebagai ongkos tutup mulut, pelaku memberikan uang senilai Rp10 ribu pada putrinya.

"Pengakuan korban pelaku terakhir melakukan persetubuhan terhadap anak korban adalah tanggal 24 Oktober 2021 pukul 22.00 WIB," ungkapnya.

Tindak tindakan bejat pelaku diduga menjadi penyebab korban nekat melakukan percobaan bunuh diri pada Kamis tanggal 28 Oktober 2021. Polisi pun menetapkan M sebagai tersangka tindak pencabulan terhadap anak kandungnya.

Saat ini pelaku persetubuhan terhadap anak telah dilakukan penahanan di Polres Salatiga guna dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

"Yang bersangkutan akan kita kenakan Pasal 82 Ayat (2) Jo 76 E ATAU Pasal 81 Ayat (3) Jo 76 D Undang-Undang RI Nomor. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang," pungkas Indra Mardiana.

Artikel Asli