Gawat, Kepala BNPB Minta Semua Waspada Varian Baru Covid-19 Jelang Nataru

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 25 November 2021 - 10:05
Gawat, Kepala BNPB Minta Semua Waspada Varian Baru Covid-19 Jelang Nataru

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Suharyanto memberi peringatan agar semua pihak mewaspadai varian baru virus corona AY.4.2 yang telah masuk ke Malaysia dan Singapura.

Suharyanto mengimbau seluruh pihak segera melakukan antisipasi terhadap dua perayaan besar yang akan datang, yaitu Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menilai bahwa dua momen perayaan tersebut cenderung lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, sehingga akan memicu kerumunan yang berpotensi meningkatkan kasus aktif Covid-19.

Hal itu dikatakan Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya pada Sabtu (20/11).

"Varian AY.4.2 sudah mulai masuk ke Malaysia. Ini yang harus kita antisipasi. Negara-negara di Eropa kasus Covid-19 sudah naik," kata Suharyanto yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 tersebut.

Suharyanto menjelaskan,selama ini Indonesia belum pernah melewati perayaan libur Natal dan Tahun baru dengan pencatatan penurunan indeks kasus. Ia berharap penanganan kasus Covid-19 yang sudah mulai membaik dapat terjaga saat periode Nataru mendatang.

"Sejak pandemi Covid-19, yang namanya nataru kita belum berhasil melewatinya tanpa kenaikan kasus. Mudah-mudahan untuk tahun ini kita bisa berhasil. Kalaupun ada peningkatan maka tidak terlalu drastis dan segera dapat diatasi," tegas Suharyanto.

Upaya yang dilakukan agar bisa menekan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 adalah dengan mematuhi protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19 secara displin sehingga bisa mencegah penularan Covid-19.

"Jadi protokol kesehatan ini terus dijaga. Jangan sampai nanti muncul klaster lagi, utamanya di pengungsian. Terkadang kita lupa saat kondisi bencana untuk terus disiplin protokol kesehatan, Ibu-ibu di dapur umum, jika tidak bisa jaga jarak minimalnya jangan sampai lepas masker. Kalau tidak punya, akan dibagikan secara gratis," kata Suharyanto.

Berdasarkan Data Satgas Covid-19 pada 2020, selain Nataru, perayaan libur panjang seperti libur Idul Fitri, libur Hari Kemerdekaan, juga libur Maulid Nabi juga membuat persentase kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia meningkat.

Sebelumnya, Indonesia sempat dihantam gelombang kedua Covid-19 setelah libur panjang Idul Fitri 2021, ditambah masuknya varian delta.


Artikel Asli