Mantan Politikus Senior PKB Gresik Berpulang

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 25 November 2021 - 09:59
Mantan Politikus Senior PKB Gresik Berpulang

JawaPos.com- Masykur Haz, mantan politikus PKB Gresik, Rabu (24/11) berpulang. Pria 65 tahun asal Manyar itu menghadap Sang Khaliq karena terserang penyakit gula. Almarhum meninggal di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholichin 2 Blitar.

Selama hidup Masykur banyak mengabdikan diri di organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Di antaranya Lembaga Pendidikan (LP) Maarif, dewan masjid, Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga NU. Di akhir usianya, dia menetap di Ponpes Mambaus Sholichin 2.

Masykur juga pernah aktif di partai politik. Pada 1999-2004 menjadi anggota DPRD Gresik dari PKB. Dia juga dikenal sosok yang kerap mengabdikan diri ke sejumlah tokoh bangsa. Di antaranya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Hasyim Muzadi, dua mantan ketua umum PBNU.

Kepergian Masykur terbilang mengagetkan. Sebab, meski didera penyakit gula, namun kondisi fisiknya masih relatif sehat. Nada bicaranya juga masih jelas. Hanya kalau berjalan, harus dibantu kursi roda.

Sehari sebelum meninggal, almarhum masih sempat ngobrol-ngobrol dengan saya melalui telepon. Hampir satu jam. Beliau memberikan banyak nasihat. Salah satu yang saya ingat, jadi orang itu lebih baik i so ngeroso daripada ngeroso iso , kata M. Sholahuddin, mantan wakil ketua PC GP Ansor Gresik.

Di mata sejumlah koleganya, Masykur dikenal sebagai sang negosiator. Pengakuan Sekretaris MUI Gresik Nur Fakih, misalnya. Dia masih ingat betul bagaimana Masykur memiliki peran besar dalam proses terpilihnya KH Robbach Mashum sebagai bupati Gresik pertama era Reformasi.

Ini nggak benar. Saya minta waktu sidang ini diskors, kata Masykur sambil berdiri dengan suara lantang dalam paripurna DPRD Gresik pada 2000 seperti diingat Nur Fakih.

Saat itu, Masykur menjabat anggota FKB DPRD Gresik. Dia merasa ditelikung oleh pimpinan fraksinya. Dalam rapat internal fraksi, KH Robbach Mashum sudah ditetapkan sebagai calon bupati dari FKB berpasangan dengan Sambari Halim Radianto yang diusungfraksi PDIP. Namun, ternyata dalam sidang paripurna ketua Fraksi PKB justru mengusung pasangan Abdul Manan-Hariyadi.

Protes Masykur itupun diterima. Rapat diskors oleh pimpinan dewan. Masykur pun menegoisasi pimpinan fraksi dan berhasil membuat keputusannyeleneh. Fraksi PKB mengusung dua pasangan calon. Yakni, pasangan Abdul Manan-Hariyadi dan pasangan KH Robbach Mashum-Sambari Halim Radianto. Anehnya lagi, lanjut Nur Fakih, usulan PKB ini diterima pimpinan dan peserta sidang tanpa ada catatan hitam.

Menurut Nur Fakih, pihaknya membayangkan kalau Masykur mendiamkan atas ulah politik pimpinan fraksinya dalam paripurna ketika itu maka KH Robbach Mashum tidak akan pernah menjadi bupati Gresik pertama di era reformasi. Dan Gresik dalam perjalanannya tentu akan berbeda jika bukan kiai yang memimpinnya, kenangnya.

Meninggalnya Masykur juga mengundang duka dari para tokoh Gresik. Termasuk melalui media-media sosial. Di antaranya, Wakil Bupati Aminatun Habibah. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wa akrim nuzulahu wa akrim madkhalahu . Al Fatihah. Semoga beliau husnul khotimah, tulisnya.

Artikel Asli