KPAI Soroti Peran Pemda soal Remaja Putri di Malang Dianiaya-Diperkosa 7 Anak

Nasional | beritamusi.co.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 09:10
KPAI Soroti Peran Pemda soal Remaja Putri di Malang Dianiaya-Diperkosa 7 Anak

Beritamusi.co.id | Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan penganiayaan dan pemerkosaan terhadap remaja putri di Malang, Jawa Timur (Jatim), yang dilakukan oleh sejumlah orang yang masih di bawah umur. KPAI meminta agar Pemda Malang proaktif mencegah terjadi hal serupa.

KPAI sangat menyesalkan peristiwa perundungan yang terjadi terhadap korban anak di Malang yang juga melibatkan pelaku anak. "Ini menunjukkan bahwa memutus rantai kekerasan terhadap anak terutama di masyarakat masih butuh perhatian khusus untuk upaya pencegahan agar anak tidak terus berada dalam kondisi rentan," kata KomisionerKPAIPutu Elvina kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Putu berharap agar korban mendapatkan rehabilitasi secara penuh. Dia juga mendorong agar pelaku yang merupakan anak di bawah umur diberikan edukasi dan konseling.

Dalam hal ini, penyelesaian secara hukum tidak akan optimal bila tidak disertai dengan upaya rehabilitasi bagi korban agar tidak menjadi trauma akibat perundungan tersebut. Serta dilakukan edukasi dan konseling bagi pelaku anak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, katanya.

Soroti Peran Pemda

Lebih lanjut, Putu menyoroti peran Pemda Malang dalam kasus ini. Dia meminta agar Pemda berperan aktif dalam melakukan upaya pencegahan.

Pemda Malang yang memiliki harus proaktif terhadap pencegahan dan rehabilitasi dalam perlindungan anak yang jadi tanggung jawab dan urusan wajib Pemda, ucap Putu.

Putu juga mengapresiasi kerja Polresta Malang dalam menangani kasus ini. Sebab polisi telah menerapkan sistem peradilan anak dalam kasus ini.

KPAImengapresiasi Kapolres yang melibatkan berbagai pihak sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak dalam proses hukumnya, bila hal ini dilakukan kita berharap hak para korban maupun pelaku anak dapat diwujudkan melalui keadilan yang memulihkan, katanya.

KPAI, kata Putu, terus memantau kasus ini. Dia berharap orang tua mendidik anaknya agar terhindar dari kejahatan dan perundungan.

Sejauh ini kasus masih terus kami pantau, dan tentu saja peran orang tua dan masyarakat dalam mengawasi dan mendidik anak sangat dominan agar peristiwa perundungan tidak kembali terjadi di lingkungan mereka, tutur Putu.

Penganiayaan-Perkosaan Remaja Putri di Malang

Seperti diketahui, seorang remaja putri dianiaya dan diperkosa oleh sejumlah orang. Aksi biadab itu bahkan direkam oleh pelaku dan kemudian videonya viral.

Polisi pun telah menetapkan tujuh tersangka kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap remaja putri di Malang. Dari tujuh tersangka, enam orang ditahan.

Hasil gelar perkara dipimpin langsung Bapak Kapolresta, dari 10 orang yang kita amankan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka, kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo kepada wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Rabu (24/11).

Tinton melanjutkan ketujuh orang itu adalah tersangka kasus penganiayaan dan pelecehan seksual. Enam di antaranya telah dilakukan penahanan di tahanan anak Polresta Malang Kota.

Satu orang tersangka persetubuhan, dan enam lainnya tersangka penganiayaan. Dari tujuh tersangka, enam ditahan. Satunya tidak dilakukan penahanan, karena berusia 14 tahun, sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Anak, sambung Tinton.

Tinton juga menegaskan baik korban maupun para tersangka keseluruhnya berstatus anak-anak. Penetapan tersangka berdasarkan peran masing-masing dalam tindak pidana yang dilakukan.(Detik.com)

Artikel Asli