BI Optimistis Ekonomi Melesat Tahun Depan

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 08:30
BI Optimistis Ekonomi Melesat Tahun Depan

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melesat tahun depan. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis, perekonomian bakal tumbuh 4,7 persen hingga 5,5 persen.

Tahun depan pertumbuhan akan lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang cuma 3,2 persen hingga 4 persen, kata Perry dalam pidatonya di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2021, kemarin.

Menurut dia, optimisme pertumbuhan yang semakin kuat seiring pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat. Pemerintah menargetkan 70 persen penduduk Indonesia sudah divaksinasi lengkap pada akhir tahun ini.

Kemudian, lanjut Perry, pembukaan sejumlah sektor ekonomi dan berlanjutnya stimulus kebijakan juga akan mendongkrak pemulihan. Apalagi, Kementerian Keuangan telah menyiapkan Rp 441 triliun dalam rangka lanjutan program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun 2022.

Untuk mencapai target pemulihan yang kuat tersebut, Perry membeberkan lima jurus kebijakan strategis. Pertama, akselerasi transformasi sektor riil.

Perry menilai, ini bisa melalui implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN), Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, reformasi kemudahan perizinan usaha serta promosi investasi dan perdagangan.

Kedua, sinergi stimulus fiskal dan moneter. BI akan membantu pemerintah memenuhi kebutuhan defisit anggaran. Sebab, pemerintah merencanakan defisit anggaran tahun depan Rp 868 triliun.

Pada tahun 2020 stimulus Rp 473,4 triliun, tahun 2021 hingga kini Rp 143,3 triliun ditambah Rp 215 triliun untuk kesehatan dan kemanusiaan. Nah, tahun 2022 sebesar Rp 224 triliun dengan suku bunga rendah, ungkap Perry.

Ketiga, sinergi mendorong kredit dan transformasi keuangan. Perry mengatakan, Bank Sentral akan fokus mendorong kredit dunia usaha. Saat ini, terdapat sembilan sektor yang siap kembali menarik kredit. Antara lain, perkebunan, kimia-farmasi, hortikultural hingga makanan dan minuman.

Keempat, digitalisasi ekonomi keuangan. Kelima, mendorong ekonomi keuangan yang inklusif. Termasuk pengembangan keuangan, serta dukungan terhadap ekonomi dan keuangan hijau.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 4 persen. Kinerja tahun ini bisa dipastikan lebih baik dibandingkan tahun lalu yang terkontraksi 2,07 persen.

Namun, pertumbuhan yang tidak signifikan tampaknya dipengaruhi kinerja kuartal I yang masih terkontraksi, serta kuartal lll yang melambat akibat varian Delta Covid-19.

Kinerja kuartal IV tetap berpotensi kembali membaik, mungkin lebih normal, dan tentu dengan keseimbangan di berbagai kegiatan ekonomi seperti di China, Amerika Serikat dan Eopa, katanya. [KPJ]

Artikel Asli