Warning Moeldoko Patut Diapresiasi Politik No.2, Corona No.1

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 07:50
Warning Moeldoko Patut Diapresiasi Politik No.2, Corona No.1

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko mengajak seluruh masyarakat tidak hanya fokus ngurusin politik. Ajakan Moeldoko ini patut diacungi jempol karena, memang di tengah pandemi saat ini, penanganan Covid-19 harus nomor 1, sedangkan politik nomor 2.

Kekhawatiran itu disampaikan Moeldoko, mengingat di 2022 Indonesia akan menjadi Ketua Presidensi G20. Jangan sampai di saat bersamaan, geliat politik makin menjamur. Padahal, Pemilu masih dua tahun lagi.

Karena itu, mantan Panglima TNI itu mengajak seluruh masyarakat dan seluruh elemen kementerian dan lembaga untuk sejenak berhenti mempertentangkan isu politik. Sebentar lagi kita akan menghadapi tahun politik 2024, jangan sampai kita terlalu sibuk bicara politik, kata Moeldoko, Selasa (23/11).

Padahal, seharusnya semua pihak fokus menguatkan komunikasi publik soal Presidensi G20 Indonesia 2022 ke dunia. Dia menekankan, pentingnya Presidensi G20 Indonesia. Pasalnya, momen tersebut menjadi kesempatan Indonesia untuk menunjukkan kemampuan kepada dunia dalam menangani pandemi, dan pulih dari krisis.

Indonesia merupakan negara berkembang pertama yang mengemban Presidensi G20, sebut dia.

Sehingga, negara-negara berkembang dan rentan di dunia memberikan banyak harapan kepada kepemimpinan Indonesia. Terlebih, negara-negara yang tergabung dalam G20 menguasai 85 persen ekonomi dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan internasional dan 66 persen populasi dunia.

Pernyataan Moeldoko disambut positif partai politik. PKB sepakat dengan pernyataan Moeldoko. Jangan ragukan semangat PKB membantu pemerintah dalam mengahadapi Corona. Iya setuju dan kita memiliki semangat yang sama, ucap Ketua DPP PKB Daniel Johan saat dihubungi Rakyat Merdeka , kemarin.

Dampak pandemi yang menggulung perekonomian Indonesia perlahan-lahan mulai diatasi. Sehingga bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Fokus kepada pemulihan ekonomi dan bagaimana menggerakkan secara maksimal sektor riil. Jadi, selain persoalan lingkungan benar-benar harus ditangani dengan baik, imbuh Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Hal senada dikatakan Ketua DPP PPP Achmad Baidhowi. Menurut dia, saat ini semua pihak harus serius memerangi Corona dan melakukan upaya pemulihan ekonomi nasional. Jangan sampai persoalan politik lebih dikedepankan.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman mengatakan, penanganan pandemi bukan cuma saat menjadi Presidensi G20. Mengingat upaya pemerintah memerangi Corona masih jauh dari kata sempurna. Kalau banyak gaduh ke politik, apalagi berbuntut pada mobilisasi massa, akhirnya akan menyulitkan kita semua, tegasnya.

Ketua DPP Golkar, Dave Laksono mengatakan, partainya selalu mengedepankan kesejahteraan rakyat. Prinsip politik Golkar juga berkaitan tentang perkembangan ekonomi Indonesia yang dibangun lewat undang-undang, dan kebijakan politik dari tingkat DPP hingga akar rumput terbawah.

Politisi PDIP, Hendrawan Supratikno menilai, pernyataan Moeldoko sangat tepat. Corona di Indonesia belum sepenuhnya punah. Negara-negara maju yang dikenal memiliki infrastruktur kesehatan kuat, ternyata kedodoran menghadapi pandemi. Artinya, Indonesia tidak boleh lengah.

Biaya yang harus dibayar akan sangat mahal apabila Nusantara diterpa gelombang ketiga, bebernya.

Sementara bagi PKS, geliat politik dan memerangi Corona sama-sama penting. Kesehatan hajat hidup semua. Politik juga menentukan kualitas hidup kita. Seimbang dan pemerintah punya semua sumber daya. Manajemen dan kepemimpinan paling utama, tekan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Sedangkan Ketua DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, tidak percaya dengan keseriusan Moeldoko dalam memerangi Corona. Tidak ada kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan yang diperbuat.

Moeldoko sejak awal tahun 2021 tak pernah berhenti membuat kegaduhan politik dan menjadi begal politik. Bahkan, di saat Indonesia sedang menghadapi lonjakan gelombang kedua, Moeldoko malah sibuk gugat Demokrat, tegasnya.

Bagaimana penilaian pengamat politik? Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo memandang pernyataan Moeldoko bukan berarti menihilkan proses politik. Melainkan memberi pesan agar masyarakat mengeluarkan energinya hanya untuk agenda strategis.

Isu-isu politik itu sulit dihindari apalagi tahapannya sudah berlangsung tahun depan. Ya, wajar saja kalau masyarakat membincangkan dan membahas terkait dengan isu-isu politik. Terutama capres yang paling banyak menjadi perbincangan publik, tukas Karyono. [UMM]

Artikel Asli