Serahkan Reshuffle Ke Jokowi PPP Minta Dapat Perhatian Lebih...

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 07:35
Serahkan Reshuffle Ke Jokowi PPP Minta Dapat Perhatian Lebih...

Soal reshuffle , PPP manut saja dengan apapun keputusan Presiden Jokowi. Hanya saja, partai berlambang kabah itu berharap Jokowi memberikan perhatian lebih.

Isu reshuffle yang sempat tenggelam selama September dan Oktober, kembali berhembus awal November ini. Sepekan terakhir, isu ini bertiup makin kencang. Ada beberapa penyebabnya seperti pertemuan Jokowi dengan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra dan terbitnya Perpres No.97 Tahun 2021 yang mengatur posisi wakil menteri ESDM.

Terbitnya aturan ini disebut-sebut sebagai langkah Jokowi menyiapkan jabatan untuk para pendukungnya. Terhitung saat ini ada 14 kursi wakil menteri. Tujuh di antaranya masih kosong, yaitu Wamen ESDM, Wamen Investasi, dan Wamen Dikbud dan Ristek. Selain itu ada Wamen Kementerian Perindustrian, Wamen PAN-RB, Wamen Ketenagakerjaan, dan Wamen Koperasi dan UKM.

Menanggapi isu reshuffle yang berhembus makin kencang, PPP ikutan angkat bicara. Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani mengatakan, sikap PPP masih sama seperti dulu. Menyerahkan urusan reshuffle sepenuhnya kepada Jokowi.

Meski tak dapat kami pungkiri bahwa sejumlah elemen PPP yang dari awal menjadi pendukung Pak Jokowi merasa bahwa seyogianya PPP juga mendapat perhatian lebih, kata Arsul, di Jakarta, kemarin.

Arsul lalu mengungkapkan aspirasi dari sejumlah kader yang mempertanyakan jatah menteri untuk PAN. Soalnya, PANbaru masuk dalam koalisi. Sementara, PPP sejak awal pilpres dulu berada dalam koalisi pemerintah. Karena itu, ada sejumlah kader yang bertanya soal jatah menteri untuk PAN tersebut.

PPP juga hanya dapat satu kursi menteri, maka ini tidak dapat dipungkiri menjadi pertanyaan elemen-elemen PPP tersebut, bebernya.

Karena itu, jika benar akan reshuffle dalam waktu dekat, Asrul berharap Jokowi memberikan kepercayaan lebih kepada PPP. Apalagi banyak kader PPP dari kalangan atau latar belakang profesional, bukan politisi murni, juga siap untuk mengisi posisi-posisi publik yang ada, tegasnya.

Sementara, Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay irit bicara soal reshuffle . Kata dia, soal kocok ulang kabinet tak bisa diprediksi. Hanya Jokowi yang tahu. Jadi itu urusan Presiden. Tanya saja sama Pak Jokowi, kata Saleh, di kompleks parlemen, Senayan, kemarin.

Dia enggan menduga-duga apakah pergantian menteri bakal dilakukan pada waktu dekat. Tidak ada yang mengetahui pasti reshuffle dilakukan.

Soal reshuffle memang pertama kali mencuat pada akhir Agustus lalu, saat Jokowi memperkenalkan PAN sebagai bagian dari partai koalisi pemerintah.

Waketum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, isu reshuffle tak bisa diredam karena publik mengetahui ada beberapa alasan untuk melakukan itu. Seperti adanya partai politik yang baru bergabung ke koalisi pemerintah, dan juga ada beberapa posisi wakil menteri yang masih kosong.

Di saat yang sama ada survei yang mengungkapkan bahwa publik ingin percepatan. Jadi reshuffle tidak melulu mengganti yang ada. Bisa menempatkan juga di wakil-wakil menteri yang masih kosong. Kan presiden sudah mengeluarkan Perpres soal itu, kata Jazilul.

Soal reshuffle ini pernah dibantah Presiden Jokowi pada 11 November lalu. Eks Wali Kota Solo itu mengaku belum memikirkan soal reshuffle . Omongan itu diulang sampai dua kali.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin melihat, respons dari parpol, reshuffle hanya tinggal menunggu waktu. Ia melihat, saat ini banyak menteri yang kinerjanya tak maksimal.

Melihat dari reshuffle sebelumnya, Jokowi biasanya mengganti menteri yang tak punya background parpol. Sementara menteri dari kalangan parpol hanya digeser saja.

Ujang melihat, saat ini memang momen yang tepat bagi Jokowi untuk melakukan reshuffle . Mengingat pemerintah Jokowi-Maruf telah berjalan selama tiga tahun. Tahun depan, reshuffle akan sulit karena para menteri dari parpol akan mulai fokus Pemilu 2024. [BCG]

Artikel Asli