Para Guru Besar Teruslah Berkarya

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 25 November 2021 - 07:06
Para Guru Besar Teruslah Berkarya

JAKARTA - Para guru besar diharapkan dapat terus mengembangkan keilmuan dan mendidik mahasiswa dengan baik. Harapan ini disampaikan pelaksana tugas Dirjen Diktiristek, Kemendikbudristek, Prof Nizam, di Jakarta, Rabu (24/11).

"Sudah menjadi kewajiban guru besar untuk terus mengembangkan keilmuan, mendidik mahasiswa, dan berkontribusi memajukan Indonesia," kata Nizam. Perguruan tinggi harus terus bertransformasi untuk menghadapi tantangan ke depan. Harus ada kolaborasi antarkeilmuan dan pengembangan kompetensi harus ditingkatkan.

Dia menjelaskan, untuk mencapai guru besar tidak mudah karena harus melakukan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain iut, tentu mendidik dan meneliti. Hasil penelitiannya selalu ditunggu-tunggu masyarakat dalam bentuk pengabdian masyarakat.

Nizam yang berbicara saat memberi sambutan pengukuhan guru besar Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu, juga berharap penambahan guru besar dapat meningkatkan peran dan fungsi dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Sebelumnya, UMJ mengukuhkan Prof Dr Budiyanto MT sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sistem Kelistrikan Energi Terbarukan dan Prof Dr Tri Yuni Hendrawati MSi sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Proses Agro Industri pada Fakultas Teknik UMJ.

Prof D Budiyanto MT menyampaikan pidato pengukuhan melalui orasi ilmiah berjudul "Potensi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam Riset Enegi Baru Terbarukan pada Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia."

Dia meneliti potensi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) untuk menjadi pusat riset energi terbarukan dan kontribusi energi Indonesia. Saat ini jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisiyah (PTMA) ada 165. Ini potensi luar biasa untuk melihat kontribusi energi yang akan diberikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah kepada negara apabila semua atap dari Gedung PTMA menggunakan solar sel (sel surya).

Dengan demikian, Persyarikatan Muhammadiyah bukan saja sebagai organisasi kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial, namun juga pusat kontribusi energi Negara. Ini dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Penggunaan EBT akan terbentuk kemandirian energi bangsa.

Sementara itu, Prof Yuni menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul Rekayasa Proses Agroindustri dalam Penelitian Teknik Kima untuk Peningkatan Nilai Tambah Sumberdaya Alam Indonesia Era Society 5.0. Dia menjelaskan, cakupan dan pengertian bidang rekayasa proses dapat dilihat dalam aplikasi prinsip engineering dan konsep penanganan bahan baku, produksi, proses, serta distribusi.

Artikel Asli