KPPPA Kecam Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Pelajar di Jatim

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 25 November 2021 - 07:00
KPPPA Kecam Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Pelajar di Jatim

JawaPos.com Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengecam keras kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap seorang siswi di Kota Malang, Jawa Timur.

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakNahar meminta aparat mengusut tuntas, menegakan hukuman, serta memberikan sanksi terhadap pelaku, sesuai dengan UU yang berlaku.

Kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang terjadi sangat keji. Korban yang masih berusia 13 tahun, diperkosa saat pulang sekolah dan kemudian dianiaya delapan orang termasuk oleh satu orang pelaku pemerkosaan, kata Nahar seperti dilansir dari Antara Kamis (25/11).

Nahar menegaskan, kasus tersebut harus diusut tuntas dengan menerapkan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku dapat dijerat dengan dua pasal sekaligus, yaitu pasal 80 atas tindak kekerasan dan pasal 81 atas tindak pemerkosaan kepada korban.

Atas pengungkapan kasus itu, pihaknya mengapresiasi Polresta Malang yang cepat menangkap para terduga pelaku dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Meski para terduga pelaku masih berusia anak, kata Nahar, Kemen PPPA akan memastikan agar proses hukum para terduga pelaku sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012.

Kami telah berkoordinasi dengan Bareskrim, Pemprov Jatim, Pemkot Malang, dan Lembaga Pendamping Anak, untuk mengambil langkah-langkah penanganan dan melakukan pendampingan terhadap korban. Saat ini korban ditempatkan di Rumah Aman di Batu untuk memulihkan psikis, tutur Nahar.

Nahar menambahkan, korban dalam dua tahun terakhir tinggal di salah satu Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa yang dititipkan ibu kandungnya. Korban merupakan anak tunggal dari ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan tinggal di Sidoarjo.

Nahar meminta lembaga-lembaga panti asuhan yang merawat dan mengasuh anak harus dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar. Termasuk memastikan anak-anak yang bersekolah di luar lembaga tempat tinggalnya terhindar dari ancaman tindak kejahatan dan risiko buruk lainnya.

Artikel Asli