Jalan Menuju Negara Maju Transformasi Industri Komoditas Ke Manufaktur Kudu Dipercepat

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 07:00
Jalan Menuju Negara Maju Transformasi Industri Komoditas Ke Manufaktur Kudu Dipercepat

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pemerintah menggenjot industri manufaktur. Industri ini tak hanya menyerap banyak tenaga kerja, tapi menjadi jalan bagi Indonesia menuju negara maju.

Potensi Indonesia menumbuhkan dunia industri pengolahan masih terbuka lebar. Sebab, kita memiliki sumber daya alam yang sangat besar, dan ditunjang dengan nilai investasi yang terus tumbuh. Ini harus kita wujudkan, ujar LaNyalla melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) ini menguraikan, industri pengolahan Indonesia menembus angka 72,9 persen. Sisanya hasil tambang sebesar 20,6 persen, migas sebesar 4,6 persen, dan pertanian sebesar 1,85 persen.

Meski Indonesia masih berada pada posisi lower middle income economy , kita memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan per kapita. Minimal, negara kita mampu mencapai pendapatan per kapita 12.696 setahun, agar masuk menjadi negara maju, tegas Senator asal Jatim ini.

LaNyalla menambahkan, transformasi ekonomi Indonesia, dari basis komoditas menuju manufaktur, sudah tepat. Namun, pemerintah perlu melakukan prioritas terhadap industri-industri yang memiliki sumber daya memadai.

Kita memacu industrialisasi berorientasi ekspor. Makanya, pengolahan sumber daya alam perlu ditunjang dengan SDM dan teknologi pengolahan produksi industri yang berkualitas, papar Alumnus Universitas Brawijaya itu.

Untuk melancarkan transformasi, sambung dia, pemerintah memerlukan modal besar, serta iklim investasi yang baik. Karenanya, implementasi omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja perlu dikawal dari pusat hingga daerah, agar berjalan efektif.

Tujuan utama Undang-Undang Cipta Kerja adalah menyederhanakan perizinan dan memudahkan bisnis di Tanah Air. Semakin banyak investasi masuk, produksi akan berjalan, kemudian ada ekspor dan ekonomi tumbuh. Termasuk, penyerapan tenaga kerja, tutur dia.

Di sisi lain, lanjut dia, persoalan biaya tinggi yang jamak terjadi di Indonesia harus diselesaikan jika ingin investasi dan pertumbuhan ekonomi naik.

Tolong pungli ditertibkan. Kemudian, pajak diturunkan mengingat ekonomi kita masih dalam pandemi seperti ini, tandasnya. [ONI]

Artikel Asli