Wagub Cari Donatur Buat Bangun Septic Tank Ih, Ribuan Warga Jakarta Masih BAB Sembarangan

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 06:45
Wagub Cari Donatur Buat Bangun Septic Tank Ih, Ribuan Warga Jakarta Masih BAB Sembarangan

Ribuan keluarga di Jakarta belum memiliki WC dan septic tank di rumahnya. Akibatnya, mereka buang air besar (BAB) sembarangan, misalnya ke kali dan saluran air.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengimbau warga bergotong-royong mengatasi masalah sanitasi lingkungan.

Warga yang mampu membantu warga yang tidak mampu, saya kira itu baik ya. Di antaranya soal itu (batuan) septic tank, ujar Riza, di Jakarta, kemarin.

Riza mengungkapkan, pihaknya sedang mencari donatur untuk membangun septic tank komunal. Kebutuhan itu harus dipenuhi. Jika dibiarkan, limbah kotoran manusia yang dibuang di saluran air bisa merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan penyakit.

Pak Camat dan Lurah setempat akan mencarikan solusi dengan cara menghimpun dana donatur dari warga, imbuhnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur berjanji mencari solusi atas permasalahan sanitasi di permukiman warga Kelurahan Rambutan dan Ciracas, dengan mengajak dialog seluruh lapisan masyarakat.

Di dua kelurahan tersebut, tercatat ada 544 kepala keluarga (KK) menempati rumah yang belum memiliki septic tank. Mereka tinggal di bantaran Kali Cipinang, Jakarta Timur. Selama ini warga buang air besar langsung ke kali.

Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fredy Setiawan menegaskan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut. Pihaknya akan melakukan pengecekan ke permukiman warga.

Kami punya Program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Nanti kami bangun septic tank komunal di wilayah permukiman yang warganya masih membuang tinja ke kali. Itu memungkinkan karena kami punya program itu, katanya.

Untuk merealisasikannya, lanjut Fredy, pihaknya tidak hanya melibatkan Sudin Kesehatan, tapi bisa bermitra dengan pihak ketiga. Camat Ciracas, Mamad mengamini banyak rumah warga di wilayahnya belum memiliki septic tank.

Warga punya jamban tapi kotorannya disalurkan ke kali, ungkapnya.

Mamad mengatakan, pihaknya berencana membangun septic tank di Kecamatan Ciracas melalui bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta PAL Jaya dan unit terkait.

Sanitasi Jakbar Bagus

Sebanyak 10 dari 56 kelurahan di Jakarta Barat (Jabar) kini sudah memasuki tahap deklarasi dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dalam program STBM terdapat empat proses yakni sosialisasi, pemicuan, verifikasi, dan deklarasi.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Kristy Wathini menjelaskan, tahap deklarasi merupakan wilayah kelurahan yang telah memiliki sanitasi baik.

Kelurahan tersebut sudah tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan. Jadi mereka sudah punya jamban yang sehat, ujarnya.

Adapun kelurahan yang sudah memasuki tahap deklarasi antara lain Sukabumi Utara, Duri Utara, Tanjung Duren Selatan, Meruya Selatan, Taman Sari, Kalideres, dan Srengseng.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga menilai, banyak rumah di Jakarta yang tidak memiliki septic tank karena Pemprov DKI tidak memiliki rencana induk tata kota yang baik soal sanitasi.

Jakarta sampai sekarang tidak memiliki rencana induk yang menyeluruh. Sehingga penanganan sanitasi termasuk pengadaan septic tank dilakukan parsial, tidak terencana matang, kritik Nirwono.

Dia menyarankan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air segera menyusun Rencana Induk Jaringan Pengolahan Air Bersih (RIJPAB) dan Air Limbah Terpadu (ALT). Dalam pedoman tersebut akan terlihat rencana pembangunan perpipaan air bersih dan air limbah. Serta, rencana pembangunan instalasi pengolahan air limbah terpadu/komunal, dan rencana pembangunan septic tank komunal. [OSP]

Artikel Asli