Hilangkan Birokrasi Berbelit-belit Jokowi: Usaha Kecil Juga Investor, Harus Dilayani!

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 06:40
Hilangkan Birokrasi Berbelit-belit Jokowi: Usaha Kecil Juga Investor, Harus Dilayani!

Investasi menjadi salah satu jangkar pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Karena itu, Presiden Jokowi meminta semua investor dilayani dengan baik, mau itu investor besar maupun investor kecil.

Usaha kecil itu juga investor. Jangan punya bayangan bahwa investor harus asing, harus yang gede. Nggak, yang kecil juga investor, tegas Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi Tahun 2021 di Jakarta, kemarin.

Jokowi menegaskan, dalam melayani, pola-pola lama yang mempersulit investor dan birokrasi yang berbelit-belit harus dihilangkan.

Dia mengingatkan, Pemerintah Daerah tak mempersulit izin investasi dan menggratiskan izin usaha kepada para calon investor.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memerintahkan kepala daerah memberikan target kepada Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) memberikan izin gratis kepada investor-investor kecil. Misalnya, 10.000 izin gratis setiap tahun.

Menurut Jokowi, negeri ini tidak bisa terlalu fokus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meski Menteri Keuangan sudah sangat berhati-hati mengelola APBN.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden, sistem Online Single Submission (OSS) belum berjalan maksimal 100 persen.

Bahlil mengatakan, masih ada beberapa Kementerian atau Lembaga (K/L) yang tidak mau menerapkan sistem perizinan satu pintu tersebut, sehingga efektivitas menarik investasi dan pelaksanaannya belum bisa 100 persen.

Sejak pertama kali peluncuran baru mencapai 90 persen. Selain Kementerian/Lembaga, banyak daerah yang mengeluhkan sistem ini, kata Bahlil, kemarin.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu mengatakan, karena belum memenuhi kepuasan berbagai pihak, baik pengusaha maupun Pemerintah Daerah, ditargetkan penyempurnaan sistem OSS rampung di tahun 2022.

Meski begitu, kata Bahlil, selama pelaksanaanya sejak diresmikan 9 Agustus lalu, sistem OSS sudah memberikan dampak pada percepatan pengurusan izin berusaha dan investasi.

Kami targetkan di 2022, awal Januari semua sudah bagus. Kami membutuhkan waktu untuk melakukan sinkronisasi lebih dalam, katanya.

Bahlil optimistis target realisasi investasi Rp 1.200 triliun tahun depan bisa tercapai.

Terpisah, ekonom Yusuf Rendy Manilet mengatakan, tahun 2022 investor akan mengincar beberapa infrastruktur strategis di Indonesia. Karena itu, permasalahan perizinan harus clear , sistem OSS juga harus berjalan sempurna.

Dengan begitu, investasi bisa meningkat karena investor puas. Kalau investasi meningkat, tentu lapangan kerja makin terbuka untuk masyarakat, kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka , kemarin. [NOV]

Artikel Asli