Antisipasi Kenaikan Kasus Jelang Libur Nataru Satgas Penanganan Covid-19 Tingkat RT Diaktifkan Lagi Ya

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 06:25
Antisipasi Kenaikan Kasus Jelang Libur Nataru Satgas Penanganan Covid-19 Tingkat RT Diaktifkan Lagi Ya

Seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati dan wali kota, wajib mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT).

Instruksi pengaktifan kembali Satgas Covid-19 hingga tingkat RT tersebut termuat dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022. Inmendagri berlaku 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Berkenaan dengan hal tersebut, diinstruksikan kepada gubernur dan bupati/wali kota mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 hingga ke tingkat RT, demikian instruksi Mendagri Tito Karnavian.

Selain itu, lanjut Tito, kepala daerah juga harus melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat dengan pendekatan 5M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/ hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Serta 3T ( testing, tracing, treatment ).

Melakukan percepatan pencapaian target vaksinasi, terutama vaksinasi lansia, sampai akhir Desember 2021, ujar Tito.

Tito juga meminta kepala daerah melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan lainnya. Di antaranya Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan, Pengelola Hotel, Pengelola Tempat Wisata, Pengelola Mall dan Pelaku Usaha serta pihak lain yang dianggap perlu sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.

Koordinasi dilakukan dalam rangka pencegahan dan penegakan disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tandas Tito.

Netizen mendukung kebijakan pemerintah yang mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 hingga tingkat RT.

Efektif dalam mencegah penularan Covid-19 saat libur Nataru. Mereka adalah pelaksana PPKM tingkat bawah, mulai pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung, kata @ julianto_anto .

Akun @ monyariyanti menyambung. Kata dia, pemerintah bersama Satgas Covid-19 juga mengantisipasi potensi kenaikan kasus melalui berbagai strategi kebijakan. Yaitu, larangan cuti atau libur bagi ASN, TNI, Polri, karyawan BUMNmaupun swasta selama libur akhir tahun.

Pemerintah telah menyiapkan mekanisme pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat berdasarkan data kasus dan kondisi riil di tiap daerah, kata @ lawancovid19.id .

Untuk antisipasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan cegah lonjakan kasus Covid-19, seluruh wilayah Indonesia akan menerapkan PPKM Level 3, tambah @ Lantas_Banjar .

Menurut @ mufidayati_id , Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level apa pun tetap harus mengingatkan prokes 5M dan 3T.

Memperketat PPKM sebelum libur Nataru sudah tepat dan bukan tak berdasar, timpal @ vincentrcrd .

Menurut @ Penyair_Berdiri , Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga tengah melakukan pembahasan lintas kementerian dan lembaga terkait rencana implementasi tes PCRsebagai syarat perjalanan di semua moda transportasi jelang libur Nataru.

Tetap disiplin dan menjaga kesadaran pentingnya prokes pencegahan Covid-19, terutama menjelang masa libur Nataru, pinta @ angelsfootball .

Senada dilontarkan @ sriutamy29 . Dia meminta masyarakat terus waspada. Dia mengingatkan, gelombang pertama Covid-19 di Indonesia pernah terjadi usai libur Nataru.

Harap terus bekerja sama dengan konsisten menerapkan 5M di tengah waktu libur nanti, ujarnya.

Akun @ belalangcerewet meminta Satgas Covid-19 berhati-hati dalam menyiapkan mitigasi jika terjadi gelombang ketiga Covid-19 pada libur Nataru. Dia juga mengajak netizen membatasi mobilitas dan memperketat disiplin protokol kesehatan.

Ayo bersama-sama batasi mobilitas dan perketat prokes biar pandemi cepat enyah, ajak dia. [TIF]

Artikel Asli