Di Balik Viral Perempuan Melamar Pria Mahar Rp500 Juta di Pinrang

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 05:45
Di Balik Viral Perempuan Melamar Pria Mahar Rp500 Juta di Pinrang

LIMAPAGI - Kedua orang tua mempelai di Kabupaten Pinrang Sulsel, akhirnya angkat bicara terkait perempuan melamar pria. Prosesi lamaran yang tidak seperti biasanya dalam adat bugis, heboh dan viral di sosial media.

Acara lamaran berlangsung di Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroan, Kabupaten Pinrang, Sulsel. Calon mempelai perempuan masih di bawah umur, masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara mempelai pria, berstatus mahasiswa di perguruan tinggi di Jakarta.

Ibu calon mempelai perempuan, Hj Asmira tidak menapik prosesi lamaran itu. Dia melamar pria yang akan menjadi manantunya kelak dengan mahar Rp500 juta. Itu ia dilakukan, karena anak itu memiliki kepribadian yang baik dan saleh. "Iya benar, saya melamarkan anak gadis saya itu kepada seorang laki-laki," kata Hj Asmira, Rabu 24 November 2021.

Diakuinya, orangtua calon mempelai pria itu merupakan teman baiknya. Mereka pun sudah kenal lama. Karena kedekatan yang baik ini, sehingga keluarga sepakat untuk menjodohkan kedua anaknya.

"Saya suka orang tuanya, saya sudah baku baik sama orang tuanya, anaknya (calon mempelai pria) juga baik, mendengar kata orang tua. Saya ingin menantu seperti dia," bebernya.

Terpisah, ibu calon mempelai pria Hj Diana, mengaku merasa bahagia anaknya dilamar oleh wanita. Apalagi juga, dia dibawakan mahar. Padahal seharusnya, tugasnya pria yang melakukan itu. Tapi ini malah terbalik. "Aku merasa senang, aku merasa bangga anak saya bisa begini, dilamar sama orang, Alhamdulillah," ucapnya.

Hj Diana tidak menapik putranya memiliki kepribadian baik. Sejak kecil, kata dia, anaknya sudah dididik dengan baik dan ilmu agama. Bahkan, anaknya lebih banyak mengeyam pendidikan agama di pesantren. "Anak saya dari pesantren enam tahun. Langsung ke Jakarta dia kuliah," katanya.

Karena putranya dipinang, sehingga Diana menyambut baik niat baik itu. Dia sepakat menjodohkan anaknya. Menurutnya, meski lamaran ini sudah dilakukan, tetapi prosesi pernikahan belum dilaksanakan. Karena, mempelai wanita terbilang di bawah umur.

"Kita menunggu dulu selesainya. Karena dia (calon mempelai pria) masih kuliah. Perempuannya juga masih kelas 3 SMP. Belum cukup umur," tandasnya.

 
Artikel Asli