Jalankan Transisi Energi, PLN Siap Pensiunkan PLTU 1,1 GW

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 25 November 2021 - 05:10
Jalankan Transisi Energi, PLN Siap Pensiunkan PLTU 1,1 GW

LIMAPAGI - PT PLN (Persero) memastikan siap menjalankan transisi energi. Salah satunya dengan memensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) secara bertahap.

Manajer Pengelolaan Perubahan Iklim PLN Kamia Handayani mengatakan, perusahaan telah menerbitkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 yang sudah disahkan pemerintah. Untuk jangka panjang sudah memiliki peta jalan menuju net zero emission 2060.

Dalam RUPTL tersebut, akan ada penambahan pembangkit baru sebesar 40,6 gigawatt (GW) selama 10 tahun dengan porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 20,9 GW atau sekitar 51,6 persen. Kemudian PLN juga akan memensiunkan PLTU dengan total kapasitas 1,1 GW sehingga kapasitas pembangkit PLN pada 2030 menjadi 99,2 GW.

"Pada RUPTL Hijau ini tercantum inisiatif PLN untuk mencapai target NDC pemerintah di tahun 2030, seperti biomass co-firing dan Konversi PLTD ke EBT," kata Kamia dalam keterangannya, Rabu 24 November 2021.

Sementara itu, untuk jangka panjang PLN akan terus melakukan pembangunan EBT yang dikombinasikan dengan energy storage, dan juga interkoneksi. Langkah ini tentunya dibarengi dengan rencana memensiunkan PLTU secara bertahap.

Tidak hanya itu saja, PLN juga tengah mempertimbangkan penggunaan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) mulai 2040 jika harga teknologi tersebut sudah lebih terjangkau. Dengan adanya CCS, diharapkan PLTU yang masih memiliki nilai ekonomi masih dapat dimanfaatkan.

Dia memastikan, langkah tersebut dilakukan dengan terus menjaga keberlangsungan usahanya di tengah pelaksanaan transisi energi, juga menyiapkan sustainability center untuk meningkatkan kapabilitas perusahaan. PLN berupaya menangkap peluang dari pelaksanaan transisi energi, sehingga dapat menjaga keberlangsungan usahanya.

"Dengan program konversi ke kompor induksi, electric vehicle di mana PLN menyiapkan SPKLU, ada juga layanan sertifikat energi terbarukan, serta layanan carbon credit untuk offset jejak emisi. PLN juga ikut berpartisipasi dalam skema perdagangan emisi," ujarnya.

Dia juga menilia, PLN juga harus meningkatkan kapabilitasnya terkait dengan transisi energi. Salah satunya dengan menyiapkan sustainability center yang terdiri dari renewable energy academy, HSSE academy dan juga center of excellence.

"PLN juga memiliki transformation office, yang akan mengawal progres pencapaian aspirasi carbon neutral PLN secara keseluruhan," ucapnya.

Artikel Asli