Uhamka Resmi Miliki Program S3 Pendidikan Bahasa Indonesia

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 05:14
Uhamka Resmi Miliki Program S3 Pendidikan Bahasa Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Kabar baik dari salah satu kampus yang ada di DKI Jakarta. Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) secara resmi pada Senin (22/11) menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 494/E/O/2021 tentang izin pembukaan Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia.

SK tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Prof Dr Agus Setyo Budi MSc kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) Prof Dr Gunawan Suryoputro MHum didampingi oleh Badan Pembina Harian Uhamka.

Ketua LLDikti Wilayah III DKI Jakarta dalam arahannya mengatakan bahwa dengan adanya Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia di Uhamka ini tentu akan membantu LLDIKTI wilayah III untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama. Dan juga semangat Bersama untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan, ujarnya, Senin (22/11).

Rektor Uhamka Prof Dr Gunawan Suryoputro merasa bersyukur lantaran Uhamka menjadi yang pertama di DKI Jakarta yang memiliki Program Doktor Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Alhamdulillah, kami Uhamka sudah lama menunggu kabar baik ini dan kebetulan bertepatan dengan Milad Uhamka yang ke-64 tentu menjadi kado istimewa bagi kami sebagai universitas pertama di DKI Jakarta yang memiliki Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia, kata Prof Gunawan dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Insya Allah kami siap menjalankan amanah pemerintah ini melalui Mas Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Kami memiliki komitmen pada mutu pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial untuk mewujudkan peradaban berkemajuan. Visi kami sebagai kampus yang mewujudkan propethic teaching university membawa kami untuk terus berinovasi dan bergerak maju menyesuaikan diri dengan zaman, tambah Gunawan.

Dia menambahkan, jumlah doktor di Indonesia masih sedikit. Dosen yang bergelar S3 masih belum mampu memenuhi target 21 persen atau sekitar 58 ribu dosen yang bergelar doktor. Apalagi, yang bukan dosen atau doktor dalam ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia yang masih sangat minim dan tentunya akan mempengaruhi kualitas pendidikan, ungkapnya.

Artikel Asli