Lumbung Sosial Disiapkan di Lokasi Terdampak Banjir Kalteng

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 01:50
Lumbung Sosial Disiapkan di Lokasi Terdampak Banjir Kalteng

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini akan membuat lumbung sosial yang berisikan bahan makanan dan alat-alat bantuan di setiap kecamatan yang terdampak banjir di lima kota/kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi banjir susulan yang mungkin terjadi saat puncak musim hujan.

Risma menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada bulan pada Januari-Februari 2022 mendatang. Oleh karenanya, lumbung sosial perlu didirikan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak nantinya.

"Kita harus persiapkan (lumbung sosial). Jangan sampai kemudian ada warga yang terisolir dan tidak bisa mendapatkan makanan karena aksesnya terputus," ungkap Risma usai mengunjungi posko pengungsi banjir di GOR KONI Kota Palangka Raya, Kalteng, Rabu (24/11).

Lumbung sosial tersebut, kata dia, berisikan sembako, perahu, popok, alat penjernih air, dan mesin genset. Semua isi lumbung itu bisa digunakan langsung oleh warga ketika banjir melanda dan mereka tak bisa menuju area pengungsian.

Risma bilang, lumbung sosial itu akan didirikan di setiap kecamatan yang kini terdampak banjir di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kapuas. "Nanti lumbung sosial itu didirikan per kecamatan, bukan per kabupaten atau kota. Sebab, tak semua kecamatan dilanda banjir," ujar Risma.

Untuk menentukan titik pendirian lumbung sosial tersebut, Risma akan mengadakan rapat dengan PemprovKalimantan Tengah dan pemerintah daerah kota/kabupaten terdempak banjir, besok, Kamis (25/11). "Nanti lokasinya akan dipilih oleh kepala daerah," kata politisi PDIP ini.

Untuk diketahui, banjir melanda lima kota/kabupaten di Kalimantan Tengah itu sejak pertengahan November. Mengacu pada data BNPB, ketinggian muka air pada 15-17 November berkisar 10-110 sentimeter. Alhasil, sebanyak 25.549 rumah terendam dan sejumlah ruas jalan putus. Secara keseluruhan, terdapat 26.336 KK atau 81.661 jiwa terdampak.

Kini, banjir mulai surut. "Secara keseluruhan, banjir telah surut semua. Yang masih terendam hanya daerah di bibir bantaran sungai," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Erlin Hadi.

Artikel Asli