Penjualan Property Crown Grup Masih Kuat di Sydney

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 00:45
Penjualan Property Crown Grup Masih Kuat di Sydney

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Meskipun dilanda wabah covid-19, investasi Asia tetap sangat kuat di Sydney. Menurut Co-founder dan Group CEO Crown Group Australia, Iwan Sunito, dibandingkan dengan banyak kota global lainnya, Sydney menawarkan prospek pertumbuhan yang lebih kuat bagi pemilik properti.

"Hal ini, didukung oleh pemerintahan yang stabil, pasar pendidikan yang kuat, dan permintaan akan hunian yang melebihi pasokan," ujar Iwan dalam siaran persnya, Rabu (24/11).

Iwan mengatakan, permintaan yang kuat dapat dilihat melalui transaksi penjualan Crown Group yang mencapai Rp 280 miliar pada bulan Oktober. "Dari Rp 280 miliar tersebut, sekitar 75 persen terjual kepada investor," katanya.

Sementara menurut Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards, saat ini terjadi lonjakan terbesar pembelian yang dilakukan oleh investor yang pernah terjadi dalam tiga tahun. "Kami berharap, dapat mencapai Rp 400 miliar dalam penjualan pada bulan November," katanya.

Menurutnya, semua apartemen yang terjual pada bulan Oktober adalah unit apartemen dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi dengan tujuan sebagai unit sewaan. Menurutnya, p eningkatan penjualan yang tiba-tiba ini menandakan kembalinya investor ke pasar Sydney yang sebelumnya lebih sepi dari biasanya, mungkin karena Lock Down dan penutupan perbatasan internasional.

Selain itu, kata dia, kesenjangan harga antara apartemen dan rumah semakin kecil. Karena, rata-rata harga sewa apartemen mengalami kenaikan.

Pengetatan pasar sewa ini mendorong pertumbuhan pembeli investor. Banyak profesional muda bahkan keluarga, terpaksa untuk menyewa karena harga rumah saat ini terlalu mahal.

Suku bunga yang rendah saat ini menarik investor, dan regulator perbankan tampaknya belum mencoba menenangkan pasar perumahan yang terus booming di masa mendatang," katanya.

Pembelian properti off-the-plan, kata dia, menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor dengan potensi pengembalian yang besar. "Kami melihat ini sebagai waktu yang tepat bagi investor untuk membeli properti, terutama di sektor apartemen khususnya off-the-plan karena para ekonom memperkirakan lonjakan harga hunian sebesar 15 persen untuk beberapa pasar di kot-kota besar pada akhir tahun depan," paparnya.

Tahun ini, kata dia, kelompok pembeli properti milik Crown Group terdiri dari campuran investor luar negeri dan domestik, dengan permintaan dari pasar Asia tetap bertahan. Meskipun, ada pembatasan perjalanan.

"Dengan menggabungkan denah lantai fleksibel yang memadukan ruang tamu internal dan eksternal dengan fasilitas bergaya resor dan taman lanskap komunal, Crown Group telah berhasil memanfaatkan tren global work-from-home," katanya.

Di Waterloo, kata dia, sebuah kawasan komunitas gaya hidup yang berkembang pesat hanya 5 kilometer dari Sydney CBD, Crown Group menawarkan koleksi pengembangan hunian bergaya resor yang tak tertandingi di segmen premium. Selesai pada 2020, Waterfall by Crown Group adalah pengembangan rencana induk senilai Rp 4 triliun yang terdiri dari 331 unit apartemen di tiga bangunan delapan lantai dan satu Menara setinggi 22 lantai yang merupakan rumah bagi air terjun buatan manusia tertinggi di belahan bumi selatan.

"Terinspirasi oleh lanskap tropis Kalimantan Indonesia dan dikembangkan bersama SJB Architects pemenang penghargaan, Waterfall by Crown Group adalah hutan hujan sejati di jantung kota, menawarkan akses ke taman yang tenang, gym bergaya kantilever, kolam renang tanpa batas di atap, jacuzzi dengan 49 jet spray untuk hingga 16 orang, bioskop luar ruang dan ruang musik dan fungsi," paparnya.

Artikel Asli