Loading...
Loading…
Mantul! Jabar Juara 1 Transaksi E-Commerce

Mantul! Jabar Juara 1 Transaksi E-Commerce

Nasional | rm.id | Selasa, 23 November 2021 - 21:33

Perkembangan ekonomi digital Jawa Barat (Jabar) sangat menggembirakan. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi e-commerce oleh warga Jabar pada pertengahan triwulan III-2021 yang tumbuh 59,03 persen dibandingkan 2020.

Provinsi Jabar juga menempati peringkat pertama untuk transaksi e-commerce secara nasional pada kuartal III, baik pembelian atau penjualan melalui marketplace yang jumlahnya mencapai Rp 15,02 triliun

Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto saat membuka Webinar Local Community Services Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM di wilayah Provinsi Jabar sebagai rangkaian dari West Java Economic Society 2021, yang diadakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jabar, Selasa.

Herawanto mengatakan, transaksi pembelian terbesar masyarakat Jabar ada di kategori fesyen Rp 2,52 triliun, handphone dan aksesoris Rp 2,12 triliun, dan personal care and cosmetic Rp 1,9 triliun. Dan ini menunjukkan Jabar memiliki peluang yang sangat baik dalam digitalisasi.

Tentu harus dilanjutkan untuk memastikan sektor bisnis di berbagai level, termasuk UMKM untuk bertransformasi bisnis secara end to end," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (23/11).

Baca Juga :
Transaksi E-Commerce di Arab Saudi Melonjak hingga Rp 1 Triliun Per Hari

Menurut dia, digitalisasi memegang peranan penting baik selama masa pandemi, pemulihan ekonomi, maupun perekonomian pada masa mendatang. Bahkan menjadi kunci penting, tidak hanya untuk bertahan tetapi juga berkembang serta menenangkan pertarungan bisnis bagi UMKM.

Sementara itu, Ketua Panitia LCS Dadan Soekardan mengatakan, pandemi Covid-19 yang menimpa Indonesia sejak Februari 2020 lalu telah melemahkan dan bahkan mematikan usaha para pelaku UMKM, khususnya di wilayah Jabar.

Kurangnya pengetahuan mengenai teknis pemasaran dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi menyebabkan performa usaha terjun bebas, khususnya saat kebijakan PPKM diterapkan. Padahal, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya telah memiliki akun-akun media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Tik-tok.

Menurut dia, UMKM belum memahami dampak besar dari menawarkan produk dan jasa yang dihasilkan melalui media-media sosial sangat berdampak besar terhadap kemajuan usaha mereka. UMKM juga belum memahami manfaat kehadiran platform-platform marketing digital yang jumlahnya makin hari makin berkembang," kata dia.

Baca Juga :
Penjualan E-Commerce di Arab Saudi Tembus Rp 1 Triliun per Hari

Mereka, lanjut Dadan, baru memanfaatkan platform-platform tersebut hanya untuk berbelanja, tanpa memahami bahwa sebenarnya platform-platform tersebut juga dapat membantu menjadikan produk dan jasa yang mereka hasilkan tidak hanya di jual di pasar lokal, akan tetapi juga dapat di jual di pasar regional, bahkan pasar global. [ DWI ]

Original Source

Topik Menarik