Loading...
Loading…
Kekuatan APBD Terbatas, Rehab Sekolah Rusak di Gresik Belum Tuntas

Kekuatan APBD Terbatas, Rehab Sekolah Rusak di Gresik Belum Tuntas

Nasional | jawapos | Kamis, 18 November 2021 - 10:25

JawaPos.com- Kasus ruang kelas jebol di SMPN 27 Gresik itu bukan kali pertama terjadi. Pada 2020 lalu, kejadian serupa juga pernah. Yang jelas, kasus itu menambah panjang daftar sekolah yang perlu mendapat perbaikan.

Data dari Dinas Pendidikan Pemkab Gresik 2019 lalu saja, tercatat masih ada 380 ruang kelas butuh perbaikan. Karena cukup banyak, rehab sekolah itu dilaksanakan bertahap. Sebab, tentu melihat kekuatan APBD.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik Tarso Sagito, jebolnya atap SMPN 27 Gresik di Balongpangga itu bukan termasuk terdampak bencana. Tapi, kemungkinan dalam proses pembangunan dulu kurang matang perencanaannnya. Karena itu, bangunan mudah rusak.

Tarso mengatakan, untuk perbaikan bisa saja memakai belanja tidak tersangka (BTT) APBD. Kebijakan itu harus ada surat rekomendasi dari BPBD yang menerangkan bahwa kondisi darurat. Namun, menurut saya, (SMPN 27) itu bukan kondisi darurat. Lalu, kejadiannya bukan karena bencana, ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Gresik M. Abdul Qodir mengatakan, ambruknya ruang kelas di SMPN 27 Gresik harus segera diperbaiki. Sebab, sangat dibutuhkan anak-anak untuk belajar. Dia juga menyarakan, pemkab bisa memanfaatkan dana BTT di APBD 2021. Apalagi, sejauh ini realisasi dari BTT belum optimal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Pemkab Gresik S Hariyanto menyampaikan, perbaikan SMPN 27 itu sudah masuk dalam dana alokasi khusus (DAK) 2022. Karena itu, perbaikan baru berjalan tahun depan. Sebelum ruang kelas di sekolah itu jebol, pihaknya sudah memasukkannya dalam daftar rencana perbaikan.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad menyatakan, jumlah ruang kelas rusak di Kota Pudak memang masih lumayan banyak. Baik rusak ringan, sedang, ataupun berat. Setidaknya masih ada sekitar 380 ruang kelas yang butuh perbaikan. Kami meminta Dispendik segera membentuk tim konsultan, paparnya

Nah, tim konsultan itu membuat grand desain berapa sekolah yang rusak dengan masing-masing kategori. Berapa yang rusak ringan, sedang hingga berat. Begitu pula kebutuhan anggaran yang diperlukan. Dari sana, nanti kita bisa bahas lagi. Perbaikan ruang-ruang kelas itu bisa diselesaikan dalam waktu berapa tahun anggaran, jelas anggota dewan dari PKB itu.

Perbaikan sekolah memang menjadi persoalan tahunan. Sebab, kekuata APBD belum mampu meng-cover semua sekolah sasaran. Setiap tahun, anggaran untuk perbaikan sekolah itu saja berkisar Rp 50 miliar. Pada 2021, misalnya. Total anggaran Rp 56,4 miliar. Baik dari APBD maupun APBN.

Original Source

Topik Menarik