Tingkatkan Kualitas Dosen dan Mahasiswa, Unimerz Teken MoU dengan UPRI Makassar

Nasional | rakyatku | Published at Minggu, 14 November 2021 - 09:28
Tingkatkan Kualitas Dosen dan Mahasiswa, Unimerz Teken MoU dengan UPRI Makassar

RAKYATKU.COM -- Universitas Megarezky (Unimerz) Makassar terus berupaya meningkatkan jejaring antar perguruan tinggi. Kali ini Unimerz sepakat menjalin kerja sama dengan Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar.

Sebagai langkah awal dari kerja sama ini, Unimerz dan UPRI melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (11/11/2021).

MoU itu ditandatangani langsung Rektor Unimerz, Prof Dr dr Ali Aspar Mappahya, SpPD, SpJP (K) dan Rektor UPRI, Dr H Abd Azis DP, SH, MH.

Rektor Unimerz Prof Dr dr Ali Aspar Mappahya, SpPD, SpJP (K) mengatakan kerja sama ini sebagai pengejawantahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Lebih kepada pertukaran mahasiswa dan dosen. Misal, kalau di sini tidak ada prodi itu tapi diminati, boleh belajar kesana," kata Ali Aspar.

Adapun realisasi dari kerja sama ini diharapkan Alis Aspar bisa dilaksanakan awal tahun 2022 mendatang. Tindak lanjut kerja sama itu akan dituangkan dalam Memorandum of Action (MoA).

"Kalau pertukaran itu, tetap ada yang membimbing dan mengikuti supaya tetap terarah," tuturnya.

Menurut Ali Aspar, saat ini konsep pertukaran dosen dan mahasiswa memang sangat dituhkan demi memperkaya kualitas lulusan dan dosen.

Rektor UPRI, Dr H Abd Azis mengatakan, selain untuk untuk menciptakan outcome yang berkualitas, kerja sama ini juga bertujuan untuk meningkatkan poin institusi kampus.

"Efeknya adalah kerja sama ini dapat meningkatkan poin kita, terutama saat pembaharuan akreditasi. Ini sangat penting sekali, karena masuk indikator penilaian," jelasnya.

Abdul Azis menambahkan, kerja sama ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan masing-masing kampus ke institusi lain.

Menurutnya, kolaborasi antar kampus sangat dibutuhkan di era globalisasi saat ini. Bukan lagi pada persaingan dan ego sektoral.

"Sekarang, intinya bagaimana membangun lulusan yang siap bekerja tapi dengan kualitas yang bagus tentunya," katanya.

Azis berharap, lewat kerja sama ini dapat membuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi kedua pihak bisa lebih meningkat lagi.

Artikel Asli