Pilkades Serentak di Jeneponto, Ini Potensi Kerawanan yang Diantisipasi TNI-Polri

Nasional | bukamatanews | Published at Minggu, 14 November 2021 - 13:51
Pilkades Serentak di Jeneponto, Ini Potensi Kerawanan yang Diantisipasi TNI-Polri

JENEPONTO, BUKAMATA -- Minggu, 14 November 2021. Ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, dikerahkan untuk melakukan pengawalan dan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, tahun 2021 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kabag OPS Polres Jeneponto, Kompol Muh. Thamrin mengatakan, baru saja dilaksanakan apel gelar pasukan, dalam rangka pergeseran pasukan pengamanan Pilkades serentak tahun 2021 untuk Kabupaten Jeneponto.

Apel gelar pasukan tersebut, dipimpin langsung Bupati Jeneponto Iksan Iskandar bersama dengan Kapolres AKBP Wudha Kesit Dwijayanto, Dandim 1425/Jpt, Letkol Inf. Gustiawan Ferdianto.

"Untuk Pergeseran Pasukan (Serpas) hari ini, jumlah kekuatan yang kita libatkan dalam pengamanan langsung Pilkades," ujar Kompol Muh. Thamrin.

Anggota Polri yang dilibatkan ada sebanyak 222 orang. Sebanyak 84 orang anggota TNI dan BKO Brimob Polda Sulsel sebanyak 85 orang.

"Hari ini juga akan kita Serpas ke masing-masing tempat pemungutan suara yang diawali dengan pergeseran logistik dikantor PMD," ujar Thamrin.

Dia menyebut, pergeseran logistik di PMD, langsung diserahkan serta dikawal masing masing personel yang sudah ditugaskan di tempat pemungutan suara (TPS), untuk melakukan pengawalan dan penjagaan pengamanan, sampai kepada TPS besok.

"Ini kawal sampai perhitungan suara. Bahkan sampai kepada titik awal kotak suara di kantor PMD. Terkait masalah teknis lain di lapangan, seluruh anggota yang terlibat dalam pelaksanaan pengamanan TPS sudah diberikan arahan tertentu, dengan teknis pelaksanaan pengamanan pada hari H," terangnya.

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menyampaikan, untuk Wilayah Jeneponto tahun 2021, beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Maka kata dia, perlu adanya dukungan semua pihak, untuk saling kerja sama dan sinergitas dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan.

"Saya berharap dengan kerawanan tersebut yang sangat mungkin akan muncul gangguan nyata. Saudara-saudara harus peka dan tanggap terhadap gejala - gejala yang muncul, serta dapat mengambil langkah-langkah yang cepat, tepat dan profesional dalam penanganannya," harapnya.

Dia menyebut, perlunya diantisipasi potensi kerawanan pada saat menjelang hari H pungut suara. Yakni, sabotase, teror bom, pengrusakan, pembakaran di TPS, kotak suara, kartu suara serta sarana prasarana pendukung lainnya.

Semua stakeholder lanjut dia, agar bersinergi memberikan pemahaman terhadap masyarakat, supaya ikut serta menjaga situasi tetap kondusif dalam pelaksanaan pilkades ini.

"Potensi-potensi kerawanan yang muncul di tempat kita terkait pilkades serentak 2021, sudah diprediksi oleh intelijen. Tinggal kita mengelola dengan baik potensi-potensi kerawanan tersebut untuk tidak menjadi gangguan yang nyata," tutup Iksan.

Penulis: Samsul

Artikel Asli