Mahasiswi Pascasarjana di Makassar Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Begini Kronologinya

Nasional | bukamatanews | Published at Minggu, 14 November 2021 - 20:12
Mahasiswi Pascasarjana di Makassar Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Begini Kronologinya

MAKASSAR, BUKAMATA - Minggu, 14 November 2021. Jarum jam menunjukkan sekira pukul 09.30 Wita, warga Jl Nuri Baru, Lorong Toriolo, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Mariso, digegerkan penemuan mayat wanita di sebuah rumah kos.

Identitasnya belakangan terungkap. Jasad wanita itu adalah Harisah (25), mahasiswi S2 STIEM Bongaya. Dia selama ini kos di Jl Nuri Baru.

Wakapolrestabes Makassar, AKBP Budi Susanto mengatakan, penemuan mayat korban berawal dari saksi Nurhayati Syam, yang turun dari lantai atas kos. Dia menemui Dg Pati, tetangga kos, menanyakan keberadaan korban. Pasalnya, korban tidak mengambil cuciannya yang sudah kering di jemuran lantai 2.

Lalu, Nurhayati mengetuk pintu kamar kos korban. Wanita yang berprofesi sebagai guru itu, juga menelepon ponsel korban. Namun tak diangkat.

Nurhayati lalu meminta bantuan Dg Tutu, sekuriti indekos itu, untuk membantu membuka jendela kamar. Lalu, Dg Tutu masuk lewat jendela dan melihat korban baring dalam keadaan terlentang. Sudah tidak bernyawa.

Dg Tutu sendiri mengaku diminta oleh pemilik kos, Bu Ani, untuk memeriksa kamar korban yang baru 7 bulan menyewa di kamar itu. Awalnya, Dg Tutu mengetuk. Namun tak ada sahutan. Lalu membuka jendela dan masuk ke dalam lewat jendela.

"Saksi melihat, korban sudah baring terlentang. Tidak bernyawa," ungkap AKBP Budi.

Lalu, para saksi mengontak polisi. Menginformasikan temuan mayat tersebut. Tim Jatanras Polrestabes Makassar yang pertama kali datang sekira pukul 11.15 Wita dipimpin Bripda Nasrullah, lalu menyusul Tim Inafis Polrestabes Makassar dipimojn Bripka Harianto, kemudian tim Dokpol Polda Sulsel dipimpin Aipda Asmin.

Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum. Dari TKP, polisi menemukan barang bukti satu tas hitam, dua ponsel, dan satu bua dompet berisi identitas korban.

"Dari hasil olah TKP bersama tim Dokpol Polda Sulsel, Inafis Polrestabes Makassar, dan Polsek Mariso, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujar AKBP Budi.

Penulis: Maulana

Artikel Asli