Mataram Masuk 10 Besar Penanganan Wabah Terbaik Nasional

Nasional | lombokpost | Published at Minggu, 14 November 2021 - 23:32
Mataram Masuk 10 Besar Penanganan Wabah Terbaik Nasional

MATARAM-Sebuah kebanggaan yang menyejukkan. Di tengah kondisi yang serba kerontang. Kerontang ekonomi, kerontang sosial, kerontang kesehatan.

Nun jauh dari pusat pemerintahan datang kabar gembira. Kita masuk dalam 10 besar daerah yang mendapat penghargaan atas pelaksanaan tes, lacak, isolasi terbaik tingkat kabupaten/kota, kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dengan nada sejuk, kemarin (12/11).

Kabar ini seperti oase. Memulihkan energi untuk kembali bekerja. Sebaik-baiknya. Sekuat-kuatnya. Mengatasi Pandemi yang entah kapan usai.

Syukur menyeruak di dalam dada. Namun tetap tak lupa mengaturkan terima kasih pada pihak yang berjerih payah membantu pemerintah melawan wabah.

Capaian ini karena kinerja kolaboratif antara pemerintah, TNI-Polri, dan tenaga kesehatan, serta dukungan tokoh-tokoh masyarakat dan para wakil rakyat, ungkapnya.

Penghargaan bergengsi ini diberikan Kementerian Kesehatan dalam Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57.

Saat penghargaan ini diserahkan, Mohan tidak sedang di Jakarta. Tetapi ikut mendengar kabar dari sini: Kota Mataram.

Di sana, Kepala Dinas Kesehatan dr H Usman Hadi yang mendapat kabar langsung penghargaan. Ya tadi pagi (kemarin, Red) diumumkan, kata dr Usman gembira.

Tentu ada penghargaan, ada reward. Tetapi belum dapat dipastikan bentuknya apa. Semoga Dana Transfer yang ditingkatkan. Kalau itu yang diputuskan, nafas ibu kota bisa lebih panjang lagi.

Paling tidak untuk menyiram yang kerontang-kerontang tadi. Belum tahu (apa reward-nya) ini saya baru selesai rapat di mal pelayanan publik Surabaya, terangnya.

Sekitar 500 kabupaten/kota bersaing. Kota Mataram sukses masuk 10 besar.

Kota Surabaya, Kabupaten Bandung, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Balikpapan, Kabupaten Bantul, Kabupaten Landak, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Luwu Timur, Kota Batam, dan Kota Mataram, jelasnya.

Usman menuturkan, bagaimana penghargaan itu berhasil dicapai. Jadi setiap ada kasus maka ada kewajiban melacak 20 orang minimal, katanya.

Dari 20 orang yang dilacak, 15 orang akan di tes Antigen. Dengan catatan ada rilis dari pusat ada kasus yang positif, ulasnya.

Penanganan berjenjang untuk setiap kasus juga dilakukan. Mulai dari isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Lalu kita tempeli stiker rumah pasien, kemudian mendata lokasi rumahnya, nomor telepon genggam petugas kesehatan hingga kontak penanggungjawabnya, jelasnya.

Sementara untuk kasus yang lebih serius ditangani di rumah sakit. Atau hotel-hotel yang kita ubah sebagai rumah sakit penyangga, ulasnya.

Penanganan ini yang selalu dilakukan pemerintah dengan disiplin. Sehingga berbuah manis prestasi di tengah Pandemi. (zad/r3)

Artikel Asli