Mewaspadai Pneumonia pada Lansia

Nasional | republika | Published at Minggu, 14 November 2021 - 23:07
Mewaspadai Pneumonia pada Lansia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pneumonia merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang paru-paru. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak hingga orang lanjut usia (lansia).

Menurut siaran pers dari Indonesia Ramah Lansia (IRL) yang diterima Republika, insiden tahunan pneumonia pada orang tua di Indonesia mencapai sekitar 25 hingga 44 kasus per 1000 orang. Jumlah ini sekitar empat kali lebih besar dari populasi yang lebih muda.

Selain banyak menyebabkan kematian pada anak-anak, penyakit ini juga banyak menyerang orang tua diatas 50 tahun. Semakin tua usia, semakin tinggi angka kematiannya.

Dokter spesialis paru DR dr Erlina Burhan, MSc SpP(K) mengatakan, pneumonia adalah penyakit radang paru-paru, yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Salah satu penyebab pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumonia atau lazim disebut pneumokokus, yang dapat menyebabkan infeksi pada jaringan otak, infeksi paruparu dan bakteri dalam darah, jelas dia.

Bakteri ini, kata Erlina, juga merupakan penyebab osteomyelitis atau infeksi tulang, peritonitis atau infeksi lapisan bagian dalam dinding perut dam endocarditis atau infeksi lapisan bagian dalam jantung.

Erlina melanjutkan, sistem kekebalan mengalami transformasi mendalam seiring bertambahnya usia dan respon imunologis yang sangat bergantung pada usia. Perubahan yang terjadi pada manusia setelah usia 50 tahun perlu mendapat perhatian khusus karena dampak klinisnya. Konsekuensi yang paling terlihat dari usia lanjut adalah berkurangnya efektivitas sistem kekebalan tubuh, jelas dia.

Oleh sebab itu, penting bagi orang lansia untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam mencegah terkena pneumonia. Erlina pun menerangkan tentang pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, tidak merokok, makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, tidak minum alkohol, cukup tidur atau istirahat.

Selain itu juga mengambil langkah untuk mencegah infeksi, seperti sering mencuci tangan, masak jenis daging sampai matang, hindari stress, dan vaksinasi pneumonia yang kini sudah tersedia di Indonesia.

Tingginya prevalensi pneumonia meningkat pada orang-orang lanjut usia, IRL melihat pentingnya pengetahuan tentang pneumonia dan pencegahannya bagi masyarakat lansia di Indonesia.

Kami memaknai Hari Pneumonia Sedunia pada 12 November lalu untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit Pneumonia serta tentang pentingnya pencegahan dan merawatnya, dengan memberikan solusi, edukasi dan pendekatan yang tersedia terhadap penyakit ini. Kami berfokus kepada masyarakat lanjut usia, untuk menjaga paru-paru yang sehat dan melindungi mereka dari pneumonia, kata Direktur Kampanye Pneumonia dari Indonesia Ramah Lansia, Dwi Endah, MPH.

Selain itu, IRL membekali masyarakat lansia Indonesia dengan pencegahan terhadap penyakit pneumonia. Beberapa hal itu dilakukan dengan melaksanakan kegiatan sekolah lansia bebas pneumonia secara daring, dengan memberikan edukasi tentang terapi pernafasan, terapi batuk, nafas dalam, hingga pelatihan caregiving keluarga terhadap lansia dengan pneumonia.

Kegiatan lainnya meliputi edukasi melalui program televisi dengan menghadirkan sejumlah narasumber dokter spesialis paru, pemerhati kesejahteraan masyarakat, serta artis yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap kesehatan orang tua.

Artikel Asli