KIPI Lebih Berat, Pemkab Empat Lawang Tukar 5.000 Dosis Vaksin Moderna

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 14 November 2021 - 21:59
KIPI Lebih Berat, Pemkab Empat Lawang Tukar 5.000 Dosis Vaksin Moderna

JawaPos.com Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, kembalikan ribuan dosis vaksin Covid-19 Moderna ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel. Itu dilakukan untuk ditukarkan dengan vaksin merek lain seperti Sinovac ataupun AstraZeneca.

Ya ada lima ribuan vaksin Moderna yang dikembalikan ke kami beberapa hari lalu. kalau tidak salah, Selasa (10/11), kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty seperti dilansir dari Antara di Palembang, Minggu (14/11).

Menurut dia, pihaknya sudah menanggapi permintaan untuk menukarkan vaksin Moderna tersebut sebagai gantinya menyediakan 3.000 dosis vaksin Pfizer dan 5.520 dosis Sinovac.

Permintaan itu sudah kami tanggapi dan sudah kami siapkan juga sejak beberapa hari lalu. Sebagai gantinya disiapkan Pfizer 3.000 dosis dan Sinovac 5.520 dosis (untuk nakes, TNI, Polri). Semoga sudah diambil mereka (Dinkes Empat Lawang), ujar Lesty.

Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti apa alasan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mengembalikan vaksin tersebut. Namun dikabarkan, warga di sana enggan divaksin Moderna lantaran menimbulkan efek pasca penyuntikkan.

Saya belum dapat informasi pasti alasan vaksin dikembalikan jika pun kalau efeknya demam itu biasa. Tapi permintaannya sudah kami tanggapi, papar Lesty.

Berdasar informasi, vaksin Moderna diduga menimbulkan efek samping pasca penyuntikan seperti demam. Sehingga, warga Kabupaten Empat Lawang keberatan menggunakannya.

Masyarakat tidak mau karena efeknya lebih berat termasuk Pak Bupati setelah menerima vaksin alami demam tinggi selama tiga hari. Karena alasan ini, kami minta secara resmi untuk diganti dengan vaksin Sinovac dan AstraZeneca yang dianggap lebih aman, ujar Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang Hepy Safriani Joncik.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, pengembalian vaksin Moderna dengan alasan demikian itu, terjadi karena minimnya edukasi kepada masyarakat. Sebenarnya kalau cara sosialisasikannya benar, masyarkat paham dan memahaminya, kata Herman Deru.

Dia meminta, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di setiap kabupaten/kota dapat menyosialisasikan program vaksinasi Covid-19 dengan baik. Sebab, pelaksanaan skema vaksinasi itu menjadi salah satu yang diprioritaskan demi mencapai kekebalan komunal 6070 persen masyarakat sasaran vaksinasi sesuai target pada triwulan pertama 2022.

Sementara itu, berdasar data Dinas Kesehatan Sumsel pada Sabtu (13/11) tercatat, Kabupaten Empat Lawang menjadi daerah yang capaian vaksinasinya terendah dibandingkan 17 kabupaten/kota lain. Target vaksinasi sebanyak 263.670 orang dengan 11 fasilitas pelayanan kesehatan siap vaksinasi. Dari jumlah tersebut ada 61.835 orang atau 23,45 persen selesai penyuntikan vaksinasi dosis pertama. Penyuntikan dosis kedua tercatat ada 26.528 orang atau 10,06 persen sedangkan dosis ketiga baru ada 438 orang atau 44,42 persen.

Secara keseluruhan target sasaran vaksinasi Sumsel berjumlah 6.303.096 orang dari 17 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, 3.042.000 orang atau 48,26 persen menyelesaikan vaksinasi dosis pertama dan 1.737.005 orang atau 27,56 persen dosis kedua, 34.254 orang atau 69,90 persen dosis ketiga.

Artikel Asli