Banyak Manfaatnya, Rachmat Gobel Dorong UMKM Gunakan QR Code

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 20:20
Banyak Manfaatnya, Rachmat Gobel Dorong UMKM Gunakan QR Code

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel mendorong pengusaha UMKM dan koperasi untuk mengikuti tren teknologi digital, salah satunya dengan menerapkan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Ini terobosan sangat penting, yang akan mengintegrasikan UMKM dan koperasi ke dalam bisnis secara maju dan modern, kata Gobel, Minggu (14/11).

Hal itu disampaikan Gobel dalam sosialisasi penerapan QRIS, standar pembayaran non-tunai dengan menggunakan QR Code, di Gorontalo.

Kegiatan bertema Menuju Masyarakat Non-Tunai itu merupakan kegiatan yang diadakan Bank Indonesia dan Yayasan Insani (Inspirasi Sahabat Tani). Para peserta adalah pengusaha UMKM yang tergabung dalam 8koperasi dari seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo.

Pada 17 Agustus 2019, BI meluncurkan QRIS. Hingga Agustus 2021, sudah ada 8,9 juta merchant yang sudah memiliki QRIS, dari jumlah itu 85 persen di antaranya adalah UMKM.

Per Oktober 2021, di Gorontalo sudah ada 52.649 merchant yang sudah memiliki QRIS. Melalui penggunaan QRIS maka pedagang cukup memasang gambar QR Code. Pembeli kemudian melakukan scan melalui aplikasi internet banking yang ada di HP. Lalu,muncul harga dan langsung bertransaksi.

Uang ditransfer dari rekening ke rekening. Sehingga, tak perlu bayar secara tunai atau menggunakan kartu ATM.

Gobel mengingatkan, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan menerapkan sistem transaksi secara digital ini.

Ini akan banyak mengurangi hal-hal negatif yang merugikan masyarakat, katanya.

Manfaat menggunakan transaksi QRIS antara lain mempercepat waktu transaksi, keuangan bisa ter- manage secara lebih baik, bahkan bisa terintegrasi secara global.

Di samping menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.

Gobel mengatakan, transaksi non-tunai akan makin dominan. Karena itu, sejak dini para pelaku UMKM harus memiliki QRIS.

Dalamkesempatan tersebut, Gobel juga mengingatkan agar perbankan jangan hanya menyalurkan kredit, tetapi juga wajib memberikan pembinaan terhadap UMKM dan koperasi.

Terutama dalam hal pembukuan dan manajemen keuangan, sehingga bisnisnya berkembang dan kreditnya tidak macet, katanya.

Menguatkan pengusaha lokal, kata Gobel,akan makin memperkuat perbankan.

Jangan sedikit-sedikit asing. Investor asing itu pelengkap, yang utama adalah investor lokal. Termasuk, investor-investor UMKM ini, kata Gobel.

Selain itu, Gobel juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk bergabung dalam wadah koperasi.

"Bersatu, jangan sendiri-sendiri. Dengan bersatu menjadi kuat. Ibarat lidi, jika satu mudah patah, tapi jika bersatu bisa menjadi sapu yang kuat. Bersatu dalam koperasi. Inilah wadah yang sesuai dengan budaya Indonesia, seperti digagas oleh para pendiri Indonesia, tegas Gobel. [HES]

Artikel Asli