Gerhana Bulan Sebagian 19 November Dapat Disaksikan di Indonesia

Nasional | limapagi.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 18:42
Gerhana Bulan Sebagian 19 November Dapat Disaksikan di Indonesia

LIMAPAGI - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengumumkan salah satu fenomena astronomi, gerhana Bulan sebagian akan terjadi pada 19 November 2021.

"Fenomena ini merupakan gerhana ke-45 dari 75 gerhana dalam Seri Saros-126. Seri Saros sendiri merupakan sekumpulan gerhanGa interval yang berurutan," ujar Andi Pangerang, peneliti LAPAN, dalam keterangan resmi yang Limapagi.id terima, Minggu (14/11/2021).

Siklus Saros terjadi rata-rata selama 18 tahun 11 hari 8 jam dan terpaut sebesar 223 lunasi (siklus sinodis Bulan). Seri Saros untuk gerhana Bulan diawali dengan gerhana Bulan penumbral.

Kemudian perlahan memasuki umbra Bumi dan terjadi gerhana Bulan Sebagian. Setelah itu, seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam umbra sehingga terjadi gerhana Bulan total.

Gerhana Bulan sebagian kali ini memiliki magnitudo gerhana 0,9785 atau hanya 97,85 persen lebar Bulan yang tertutupi umbra Bumi. Gerhana Bulan akan terjadi dekat dengan gugus Pleaides di konstelasi Taurus.

Gerhana Bulan sebagian hanya memiliki dua durasi, yakni penumbra selama 6 jam 5 menit 8 detik dan parsial 3 jam 29 menit 2 detik.

Jarak sudut atau angular dari pusat Bulan ke pusat Umbra Bumi sebesar 1478 detik busur atau 0,41 derajat dan lebar sudut Bulan sebesar 1770 detik busur, 0,49 derajat.

Parameter gamma atau jarak linier dari pusat Bulan ke pusat umbra Bumi sebesar 0,4552 jejari Bumi (sekitar 2900 km).

Sayangnya, tak seluruh wilayah di Indonesia dapat menyaksikan fase awal gerhana Bulan sebagian karena masih di bawah ufuk dan belum terbit. Puncak gerhana Bulan sebagian terjadi pada 16.02.53 WIB/ 17.02.53 WITA/ 18.02.53 WIT.

Adapun wilayah yang dapat menyaksikan hanya Papua Barat (kecuali Raja Ampat) dan Papua hingga Maluku di Kota Tual. Sementara fase puncak gerhana Bulan dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut dekat gugus Pleaides, konstelasi Taurus.

Kemudian fase akhir ini terjadi pada 17.47.23 WIB/ 18.47.23 WITA/ 19.47.23 WIT. Wilayah yang dapat menyaksikan fase ini, antara lain Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Pulau Madura, Bali, dan Jawa (kecuali Banten, Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung).

Sebagai informasi, sebelumnya gerhana Bulan sebagian terjadi pada 4 Juni 2012, 8 Agustus 2017, dan 17 Juni 2019. Gerhana Bulan berikutnya diperkirakan terjadi pada 29 Oktober 2023.

Artikel Asli