Maksimalkan Aset untuk Kesejahteraan Warga Surabaya

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 14 November 2021 - 18:46
Maksimalkan Aset untuk Kesejahteraan Warga Surabaya

JawaPos.com Tanah aset yang dimiliki Pemkot Surabaya tersebar di berbagai wilayah. Terkadang lokasi yang kurang strategis membuat pemanfaatan itu terbatas. Meski begitu, pemanfaatan dan penyelamatan tanah aset terus dilakukan. Salah satunya memanfaatkan lahan-lahan tersebut untuk kesejahteraan masyarakat.

Aset pemkot yang berupa lahan bekas tanah kas desa (BTKD) sejatinya punya potensi besar untuk dikembangkan. Sebagian warga Kota Pahlawan sudah melakukannya. Perlu dukungan pemerintah dan kekompakan masyarakat untuk memproduktifkan BTKD.

Salah satu keberhasilan program pemberdayaan lahan BTKD bisa dilihat di RT 8 RW 9, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. Masyarakat menyulap tanah kosong jadi kebun yang ditanami aneka tanaman. Dari kebun tersebut, lahirlah aneka produk UMKM yang dipasarkan secara umum.

Selain di Kenjeran, pemanfaatan BTKD juga dilakukan di RT 10 RW3, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Pabean Cantian. Masyarakat mengubah tanah tak terawat jadi ruang terbuka hijau (RTH) yang dinamai Taman Dorang Cinta. Taman seluas 480 meter persegi itu jadi pusat pembibitan, pengolahan pupuk, dan pelatihan berkebun.

Camat Kenjeran Nono Indriyatno mengatakan bahwa kecamatan terus memetakan BTKD yang bisa dimanfaatkan. Setidaknya sudah ada tiga titik yang disasar. Lokasinya berada di dekat Flat Tambak Wedi, SMPN 60, dan Puskesmas Bulak Banteng, katanya.

Nono tak menampik bahwa upaya menghidupkan BTKD memang tak mudah. Tantangannya banyak. Sebagian lahan belum tertata. Selain itu, perlu kerja keras dan dukungan dari masyarakat secara masif.

Sebab, nantinya masyarakatlah yang berperan besar dalam pemanfaatan BTKD. Pemerintah hanya memfasilitasi. Lahan-lahan yang dipakai berkebun sudah disurvei. Kami telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi masalah bibit, jelas Nono.

Hal yang sama diungkapkan Camat Karang Pilang Eko Budi Susilo. Dia menyebutkan, jumlah luas tanah aset yang disematkan tak sedikit, yakni mencapai 5 hektare lebih. Aksi tersebut dilakukan selama lima tahun terakhir. Ini tak mudah karena harus kuat semuanya, termasuk iman, kata dia.

Eko menuturkan, 5 hektare itu terdiri dari beberapa persil. Bahkan, beberapa di antara tanah aset sempat digunakan perusahaan. Namun, semuanya sudah aman. Pihak kejaksaan dan pemkot berhasil menyelamatkan persil tersebut.

Dari luas 5 hektare yang sudah diselamatkan, semuanya sudah dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Seperti digunakan untuk taman, urban farming, hingga lapangan sepak bola. Aset ini berada di beberapa wilayah, kata Eko kemarin (13/11) siang.

Di Pakal, hutan kota yang menjadi wisata andalan sudah memberikan manfaat bagi warga sekitar. Lahan milik pemkot seluas 6 hektare itu memang dikelola dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP). Namun, yang diberi tanggung jawab mengelola lahan berisi 65 jenis tanaman dan pohon itu adalah warga setempat, yakni RW 1 Pakal.

Ketua RW 1 Suyatno mengatakan, beberapa pemilik warung diberi tempat di dalam hutan kota Pakal. Petugas yang dipekerjakan DKPP juga berasal dari warga sekitar. Jadi, sejak ada hutan kota ini, warga benar-benar merasakan manfaatnya. Termasuk parkirnya juga dikelola oleh warga, katanya.

Camat Benowo Tranggono Wahyu Wibowo menjelaskan, wali kota memang memiliki program kerja khusus untuk menyejahterakan warga. Salah satunya dengan memanfaatkan aset yang dimiliki pemkot untuk membantu perekonomian warga. Ini sudah jalan di hutan kota Pakal. Memang tujuan besarnya untuk memberdayakan UMKM yang notabene warga sekitar situ, katanya.

Harus Berperan dalam Pemulihan Ekonomi

PEMKOT Surabaya memiliki aset yang bisa dimanfaatkan warga untuk menambah penghasilan. Baik untuk lahan pertanian, wisata, maupun lainnya. Dewan menyoroti hal itu seiring pemanfaatannya yang akan sangat berguna bagi masyarakat.

Anggota Badan Anggaran DPRD Surabaya Imam Syafii mengatakan, pemkot kurang mengoptimalkan aset yang dimiliki. Salah satunya gedung bekas Bioskop Mitra 21 yang berubah menjadi Alun-Alun Surabaya. Lokasinya tepat di sebelah gedung DPRD Surabaya.

Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut mengungkapkan, aset yang ada bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Kalau memang dirasa oh harga sewa bangunan di aset pemkot mahal pada kondisi seperti ini, ya turunkan. Supaya ada pemasukan, tutur Imam.

Dalam Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah disebutkan, masyarakat bisa memanfaatkan aset pemkot. Baik itu untuk bisnis maupun sosial dengan ketentuan sewa yang tarifnya diatur di peraturan wali kota. Tentunya beda antara bisnis dan sosial.

Wakil Ketua Komisi C Aning Rahmawati menuturkan, dari kegiatan reses dan turun dapil, masyarakat masih banyak mengeluh terkait aset pemkot yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Seperti puskesmas pembantu hingga gedung pelatihan (LBC).

Lalu bisa juga sebagai upaya pemulihan ekonomi dengan dimanfaatkan oleh UMKM dan berpotensi untuk ketahanan pangan.

Swasta Minati Wisata Jetski di Kawasan Romokalisari

KAWASAN pesisir pantai Surabaya Barat memiliki daya tarik bagi investor. Salah satunya di floating market Romokalisari. Kawasan yang berdekatan dengan hutan bakau Romokalisari itu akan dikembangkan untuk tempat wisata personal watercraft (PWC) atau yang sering dikenal dengan jetski.

Pihak swasta pun sudah meliriknya. Sabtu (13/11) Seadoo Safari Surabaya menggelar soft launching untuk wisata air yang memadukan unsur wisata dan olahraga (sport tourism) tersebut. Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim turut hadir dalam acara itu. Termasuk dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) serta dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar).

Inisiator Seadoo Safari Surabaya Adelisa Ilissa Widjaya menilai peminat jetski di Surabaya sejatinya cukup banyak. Perempuan kelahiran Surabaya itu mengaku juga hobi olahraga tersebut. Motivasi terbesar kami, ingin memajukan Surabaya di bidang pariwisata melalui hobi atau olahraga jetski, katanya.

Selama ini warga Surabaya harus jauh-jauh pergi ke Semarang atau Jakarta untuk menyalurkan hobi olahraga jetski. Itulah yang menjadi salah satu alasan Seadoo Safari ingin membuka wahana wisata sambil olahraga di Kota Pahlawan. Di satu sisi, ada misi untuk mengembangkan kawasan floating market Romokalisari dan hutan mangrove menjadi salah satu destinasi wisata baru selain pasar apung.

Koordinator Seadoo Safari Surabaya Pandu Ariestiawan menuturkan, soft opening tersebut hanya untuk mengenalkan adanya wahana wisata baru di Surabaya. Di Jawa Timur belum ada tempat yang memiliki wahana wisata sekaligus olahraga itu. Rencananya kita buka awal Desember, katanya.

Para penghobi jetski bisa mengakses aplikasi Tripwe untuk memesan jetski. Hal itu untuk mempermudah para peminat jetski dalam mengakses wisata laut yang menantang. Hadirnya inovasi pemesanan melalui aplikasi ini sekaligus membantu program pemerintah dalam mengenalkan sport tourism yang akan menjadi tulang punggung pariwisata baru di era new normal, jelas CEO Tripwe Indonesia Sofian Lusa.

MENANTI UNTUK DIMANFAATKAN

Tahun | Luas Lahan Aset (dalam meter persegi) | Persentase Tanah yang Sudah Bersertifikat

2017: Luas Lahan Aset 61.834.607,62, yang sudah bersertifikat: 0,64 persen

2018: Luas Lahan Aset 63.173.396,04, yang sudah bersertifikat: 1,15 persen

2019: Luas Lahan Aset 64.552.306,24, yang sudah bersertifikat:3,76 persen

2020: Luas Lahan Aset 64.688.801,97, yang sudah bersertifikat:4,47 persen

Upaya Penyelamatan Aset Tanah Pemkot Surabaya:

Bekerja sama dengan kejaksaan tinggi untuk penyelamatan aset

Pemasangan plang/penanda aset di berbagai titik lahan

Pemanfaatan lahan tidur untuk kegiatan produktif di bawah naungan OPD

Pemanfaatan tanah dengan ikatan hukum dan bekerja sama dengan Pemkot Surabaya

Artikel Asli