Tak Ada Penganiayaan Fisik, Mie Gacoan Kotabaru Dipasangi Garis Polisi

Nasional | radarjogja | Published at Minggu, 14 November 2021 - 16:58
Tak Ada Penganiayaan Fisik, Mie Gacoan Kotabaru Dipasangi Garis Polisi

RADAR JOGJA Kapolsek Gondokusuman AKP Surahman memastikan kericuhan antara pengemudi ojek online (ojol) dengan karyawan Mie Gacoan Kotabaru telah rampung. Mediasi berlangsung dengan mempertemukan karyawan, pengemudi ojol dan manajemen rumah makan, hingga Minggu pagi (14/11). Hasilnya kedua belah pihak saling meminta maaf saat itu juga.

Kejadian berawal saat terjadi kesalahpahaman antara pengemudi ojol dengan karyawan Mie Gacoan Kotabaru, Sabtu siang (13/11). Imbasnya kedua belah pihak saling memprovokasi satu sama lain. Meski tak ada kontak fisik secara langsung, namun terlihat keduanya saling melemparkan benda terdekat.

Jadi ada salah paham karena keterlambatan pada pesanan ojol. Setelah ditelusuri ada trouble (kendala), lalu mungkin karena kesal terlalu lama menunggu, ojolnya ini nendang kursi plastik lalu terjadi perselisihan itu, jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (14/11).

Kericuhan tak terhenti sampai disini. Pada malam harinya, ratusan pengemudi ojol dari berbagai operator mendatangi Mie Gacoan Kotabaru. Alhasil kericuhan yang sudah dilerai terulang kembali.

Aksi ini langsung viral di sejumlah media sosial. Terlihat para pengemudi ojol berjaket hijau maupun orange mendatangi tempat makan yang terletak di timur Stadiun Kridosono. Kondisi ini terpantau hingga Minggu dini hari (14/11).

Malam itu datang lagi, tapi cuma adu argumen saja tidak sampai kontak fisik. Bentuk solidaritas saja terhadap rekan mereka yang mendapatkan perlakuan dari karyawan rumah makan, katanya.

Dalam pertemuan antara kedua belah pihak, Surahman memastikan tak ada langkah hukum. Keduanya sepakat berdamai saat itu juga di Mapolsek Gondokusuman. Untuk menjaga kondusivitas, pihaknya juga menutup Mie Gacoan Kotabaru sementara waktu.

Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kemantren maupun Kalurahan. Guna membahas penerapan protokol kesehatan di Mie Gacoan Kotabaru. Surahman mengakui antrian kerap terjadi saat menunggu pesanan makanan.

Sementara sudah kami pasang garis polisi. Nanti juga ada rapat dengan muspika agar kejadian serupa tidak terulang. Terutama untuk membenahi sistem pesanan agar tidak terjadi antrian, ujarnya.

Manajemen Mie Gacoan Kotabaru Sugeng Sutrisno mengambil langkah tegas. Dia menon-aktifkan sementara enam karyawan. Terutama yang terindikasi menjadi pemicu terjadinya kericuhan.

Dia juga berjanji akan memperbaiki sistem pemesanan. Sehingga tidak terjadi antrian pesanan yang terlalu lama. Sehingga pemesanan makanan secara online maupun makan ditempat tak menumpuk.

Kami meminta maaf atas perselisihan dengan dirver ojol. Oknum karyawan kami non aktifkan sebagai pembelajaran agar memiliki tata krama dan sopan santun lebih baik. Sampai batas waktu yang belum tentukan (Mie Gacoan Kotabaru) akan kami tutup untuk sementara, katanya.

Pengemudi ojol yang berselisih paham Widiyanto Agustinus memastikan permasalahan dengan karyawan Mie Gacoan Kotabaru telah rampung. Dia juga memastikan tak ada tindakan penganiayaan fisik kepada selama perselisihan terjadi.

Minta maaf atas polemik, kejadian sebenarnya tidak mengalami kekerasan fisik dan tindak pidana apapun. Sudah mediasi di Polsek Gondoksuman, pernyataan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Semoga jadi hikmah yang lebih baik bagi Mie Gacoan Kotabaru dan teman ojol, ujarnya. (dwi)

Artikel Asli