Kasus Covid-19 Surabaya Tertinggi di Jatim, Pintu Masuk Tak Ditutup

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 14 November 2021 - 16:52
Kasus Covid-19 Surabaya Tertinggi di Jatim, Pintu Masuk Tak Ditutup

JawaPos.com Wakil Sekretasris Satgas Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, pemkot tidak akan menutup pintu masuk Kota Surabaya sebagai upaya menekan tambahan angka kasus Covid-19.

Irvan menegaskan, Pemerintah Kota Surabaya sudah melakukan strategi lain untuk menekan kasus Covid-19.Satgas Kampung Wani di tiap RT/RW di Kota Surabaya disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19. Terlebih setelah adanya indikasi bahwa tambahan kasus Covid-19 datang dari luar kota.

Satgas kampung dikuatkan. Mereka diminta untuk mencatat siapa saja warga yang datang dari luar kota, tegas Irvan, Minggu (14/11).

Irvan menyebut, pemkot tidak akan menutup pintu masuk Kota Surabaya. mengingat banyak warga dari luar kota mengadu nasib di Surabaya. Sebagai Ibu Kota Provinsi Jatim, Surabaya menjadi pusat perekonomian dengan pekerja yang datang dari wilayah Surabaya Raya.

Kami fokus tracing . Mencatat semua yang baru pulang dari luar kota, ujar Irvan.

Senada dengan Irvan, Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim Makhyan Jibril menegaskan, Dinkes Jatim belum memerintahkan untuk menutup pintu masuk Kota Surabaya. Sebab, positivity rate Surabaya masih di bawah standar World Health Organization (WHO).

Sejauh ini karena indikator kesehatan masih baik, intervensi yang tepat yakni testing kontak erat segera dan isolasi, sebut Makhyan Jibril.

Meski ada peningkatan kasus, Jibril menyebut positivity rate Surabaya rendah. Yakni di angka 0,2 persen.

Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi 3 persen dan RS lapangan hanya 0,5 persen, ujar Makhyan Jibril.

Sebelumnya,Surabaya menjadi kota dengan kasus Covid-19 tertinggi di Jawa Timur. Per Sabtu (13/11), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat terdapat 23 pasien Covid-19. Sehari sebelumnya, Jumat (12/11), hanya terdapat 8 pasien Covid-19. Artinya dalam sehari, muncul 15 pasien baru.

Artikel Asli