Membangun Jaringan Internet Desa untuk Pemerataan Informasi

Nasional | republika | Published at Minggu, 14 November 2021 - 15:43
Membangun Jaringan Internet Desa untuk Pemerataan Informasi

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Penggunaan internet saat ini sudah mengubah tatanan hidup seseorang dan budaya manusia dalam belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja dan aspek lainnya. Saat ini, masyarakat lebih banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi, serta jejaring sosial yang dianggap lebih efektif dan efisien.

Untuk memberikan pembelajaran dan pengenalan mengenai internet, dosen Fakultas Teknologi Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Karawang mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara offline di balai Desa balekambang, Sabtu (30/11).

Feri Prasetyo, selaku ketua pengabdian masyarakat, menuturkan bahwa, kegiatan pelatihan lebih mengarahkan kepada membangun akses internet desa, pada karang taruna desa balekambang.

Memanfaatkan internet memiliki banyak manfaat seperti pemerintah desa dapat dengan mudah menyebarkan informasi kepada seluruh warga desa, pengumuman warga, peringatan dini, regulasi baru, dan juga mempermudah komunikasi antardesa, ungkap Feri.

Lebih lanjut Feri menuturkan, para peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini kedepannya dapat dengan mudah memperoleh wawasan internet. Dengan komunikasi yang sudah terhubung oleh jaringan internet maka akan lebih mempermudah dalam mengetahui informasi yang beredar secara global.

Pemuda karang taruna mendapatkan pengetahuan tentang membangun jaringan internet sederhana dan pelatihan mengenai internet, yang dapat meningkatkan kemampuan peserta, tambahnya.

Sementara itu, Anap Setiawan selaku kepada desa mengucapkan banyak terima kasih atas kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, hadirnya internet memiliki banyak manfaat baik dalam bidang komunikasi, pengetahuan dan informasi.

Para pemuda dan pemudi karang taruna sudah diberikan alat dan edukasi tentang membangun internet desa dengan perangkat yang terjangkau. Semoga pelatihan ini terus terjalin dengan materi pelatihan yang berbeda, tutup Anap.

Artikel Asli