Naikkan Level Jamu Agar jadi Gaya Hidup seperti Kopi

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 14 November 2021 - 09:08
Naikkan Level Jamu Agar jadi Gaya Hidup seperti Kopi

JawaPos.com Jamu merupakan salah satu warisan budaya Indonesia, yang sayangnya, saat ini kurang diminati generasi muda. Eksistensi rempah-rempah sebagai bahan utama pembuatannya dan profesi pembuat jamu pun mengalami krisis.

Berangkat dari kondisi ini, Acaraki Jamu hadir dengan tujuan merevitalisasi jamu sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. Jamu juga diharapkan menjadi komoditas yang memperkuat identitas Indonesia.

Setelah di Kota Tua dan Kemang, Jakarta, Acaraki Jamu kini makin mendekati kawasan anak muda, untuk mempermudah pengenalan tentang jamu ke milenial. Marketing Manager, Arief Eka Wardana menuturkan, dengan dibukanya kedai baru di kawasan universitas, diharapkan jamu lebih dikenal dan digemari oleh generasi muda saat ini.

Salah satu caranya yakni dengan menyesuaikan cita rasa Jamu dengan lidah mereka dan metode seduh kopi yang sedang berkembang saat ini, katanya baru-baru ini. Pihaknya juga menyasar segmen keluarga muda dengan membuka kedai di Aeon Mall, Tanjung Barat.

Harapannya, jamu asli Indonesia bisa mendunia bahkan bisa merambah sampai ke pasar Jepang, terangnya lagi.

Acara pembukaan yang akan diadakan 18 November mendatang itu dimulai dengan opening ceremony . Pengunjung yang hadir dapat menambah pengetahuan mengenai jamu, menyaksikan pembuatan jamu pertama oleh pendiri Acaraki, Bapak Jony Yuwono, dan bertemu dengan banyak influencers ternama.

Akan hadir pada saat opening , Mbok Jamu Gendong yang mengemas jamu secara
kontemporer, sebagai simbol dari revitalisasi jamu yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Nama Acaraki sendiri berasal dari prasasti Madhawapura, sebuah prasasti yang berisi catatan
tentang profesi. Tertulis didalamnya mengenai sebutan Abhasana bagi pembuat pakaian, Angawari
sebagai pembuat kuali, dan Acaraki sebagai peracik jamu.

Artikel Asli