Incar Korban di Aplikasi Dating, Ini Modus Pemerasan Via Phone Sex

Nasional | limapagi.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 11:15
Incar Korban di Aplikasi Dating, Ini Modus Pemerasan Via Phone Sex

LIMAPAGI - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis mengungkap modus operandi tindak kejahatan phone sex dari ke-48 warga negara China dan Vietnam yang berhasil diringkus.

Menurut Auliansyah, dari hasil penyelidikan awal, para tersangka mencari korban menggunakan aplikasi pencari jodoh atau dating application.

"Melalui aplikasi tersebut, mereka berkenalan dengan katakanlah untuk mencari jodoh, kemudian setelah dekat, mereka chat orang per orang tersebut hingga akhirnya melakukan kegiatan seksual lewat ponsel," papar Auliansyah dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Sabtu, 13 November 2021.

Adapun tindak kejahatan seksual yang diminta para tersangka kepada korban beragam, seperti membuka baju, memperlihatkan kemaluan, dan sebagainya.

"Kejahatan seksual tersebut direkam, dan setelahnya para tersangka melakukan kegiatan pengancaman terhadap para korban agar memberikan sejumlah uang. Jika tidak maka akan disebarkan video bugil tersebut," jelasnya.

Dalam pengungkapan ini, penyidik Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kepolisian Taiwan dan pihak Imigrasi DKI Jakarta, lantaran korban akibat tindakan kejahatan ini rata-rata kebanyakan dari Taiwan.

Auliansyah menegaskan, pihaknya masih mendalami kasus tindakan kejahatan ini sebab terdapat sejumlah kendala terutama dalam hal bahasa.

"Masih kami dalami karena baru malam tadi kami amankan. Saat ini kami baru fokus mendalami modus operandi dan korban, termasuk kita juga akan mendalami kemungkinan adanya korban di Indonesia," tutup Auliansyah.

Sebagai informasi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya meringkus 48 warga negara asing terkait kasus pencurian data elektronik atau tindak kejahatan melalui telepon seluler.

"Ada 48 tersangka yang berhasil kita amankan dari tiga TKP (tempat kejadian perkara) yang berbeda. Terdiri dari 44 laki-laki dan 4 perempuan," kata Kabid Humas Polda Metro Brigjen Pol Yusri Yunus.

Artikel Asli