IDAI: Diabetes Induk Penyakit tidak Menular

Nasional | republika | Published at Minggu, 14 November 2021 - 09:47
IDAI: Diabetes Induk Penyakit tidak Menular

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan diabetes merupakan induk dari segala penyakit tidak menular apalagi bila diidap sejak kecil.

"Ini adalah penyakit tidak menular yang menggerogoti tubuh bila tidak terkendali dan juga menggerogoti biaya kesehatan yang tidak sedikit," ujar Piprim dalam webinar ditulis Ahad (14/11).

Piprim mengatakan bila sejak kecil seseorang sudah terdiagnosa diabetes tipe 1 atau tipe 2, maka potensi mengalami penyakit tidak menular kronis lain saat dewasa akan jauh lebih tinggi. Pasalnya, diabetes yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi seperti gagal ginjal, gagal jantung, kebutaan, kerusakan sistem saraf, dan penyakit kronis lain yang induknya adalah diabetes melitus.

"Oleh sebab itu para orang tua tidak perlu ragu memeriksakan kadar gula darah anak, terutama bila anak mengalami gejala diabetes seperti 3P dan ada riwayat diabetes dalam keluarga," kata Piprim.

Gejala 3P yang dimaksud adalah anak sering merasa lapar (polifagi), sering merasa haus (polidipsi), dan sering buang air kecil di malam hari (poliuri). Tiga gejala yang kerap disebut 3P tersebut merupakan gejala umum pada penderita diabetes melitus tipe 1 dan bisa terjadi pada anak.

Pemeriksaan atau skrining diabetes pada anak akan sangat membantu penanganan atau tata laksana diabetes pada anak karena seringkali pasien datang dalam kondisi yang sudah berat sehingga sulit ditangani. Diabetes melitus adalah kondisi medis kronis yang menyebabkan masalah dengan kemampuan tubuh mengubah makanan - terutama gula (karbohidrat) - menjadi bahan bakar bagi tubuh.

Piprim menjelaskan terdapat dua bentuk diabetes yang paling umum dikenal oleh masyarakat, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kedua bentuk diabetes ini dapat terjadi pada usia berapa pun termasuk anak-anak.

"Diabetes tipe 1 terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup hormon insulin yang dapat mengatur glukosa di dalam aliran darah," jelas Piprim.

Sebaliknya, diabetes tipe 2 terjadi akibat tingginya hormon insulin yang diproduksi tubuh, namun hormon ini tidak bisa bekerja sebagaimana seharusnya. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tidak terkontrol.

Artikel Asli