3 Pekan Banjir Sintang Surutnya Telat, Ributnya Cepat

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 07:37
3 Pekan Banjir Sintang Surutnya Telat, Ributnya Cepat

Sampai kemarin, banjir di Sintang, Kalimantan Barat, belum juga surut. Padahal, air sudah menggenangi daerah tersebut sejak tiga pekan lalu. Bukan bersatu membantu, politisi kita malah saling menyalahkan. Banjir Sintang, surutnya telat, ributnya cepat.

Bencana itu menggenangi 12 kecamatan. Sekitar 35 ribu rumah terendam, dan lebih dari 140 ribu masyarakat terdampak. ketinggian banjir bervariasi, ada yang selutut orang dewasa, ada juga yang sampai 2-3 meter.

Fasilitas umum seperti jembatan banyak yang rusak. Listrik dan internet pun tak bisa dialiri di daerah tersebut. Banjir ini juga menelan tiga korban jiwa.

Akibat banjir yang tak kunjung surut, Pemerintah Kabupaten Sintang memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir di wilayahnya selama 30 hari. Terhitung mulai 13 Oktober sampai 16 November 2021.

Yang menyedihkan, bukannya bersatu membantu, politisi kita justru ribut saling menyalahkan soal banjir Sintang. Keributan bermula ketika politisi Gerindra, Fadli Zon menyindir, Presiden Jokowi yang lebih memilih menjajal Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dibanding menjenguk korban banjir Sintang.

Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah 3 minggu banjir belum surut, cuit Fadli di akun Twitter pribadinya @fadlizon, Jumat (12/11).

Cuitan Fadli pun langsung viral. Hingga tadi malam cuitannya sudah di like 4 ribu orang dan di retweet seribu orang. Sedangkan yang komentar ada 809 orang. Isinya macam-macam. Ada yang mendukung ada juga yang menyindirinya.

Tak terima kadernya disinggung, PDIP bereaksi. Parpol berlambang banteng itu lantas mengekspos kader dan menterinya turun ke lapangan membantu warga terdampak.

Misalnya dalam foto dan video yang dibagikan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, terlihat sejumlah kader PDIP mengenakan pakaian berwarna merah membagikan paket bantuan kepada warga Sintang. Pembagian paket bantuan ini menggunakan truk dan perahu. Itu bukti-bukti PDIP turun ke Sintang, tegas Hasto.

Hasto lalu menceritakan, Jokowi sudah memerintahkan Menteri Sosial Tri Rismaharini terjun langsung ke Sintang membagikan bantuan kepada warga. Dari video yang disebar Hasto, tampak Risma bersama warga turun langsung di tengah banjir.

Bu Risma dan Lazarus, Ketua DPD PDIP, langsung turun saat bencana. Fadli Zon ke mana? kata Hasto, menyindir balik Fadli.

Menurut Hasto, Lazarus sudah berhari-hari di Kalbar untuk membantu masyarakat Sintang. Sementara itu, Pak Fadli Zon hanya memberikan kritik tanpa perbuatan nyata, cecar Hasto.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, juga merespons cuitan Fadli. Satu sisi, Ngabalin berterima kasih karena Fadli telah mengapresiasi peresmian Sirkuit Mandalika. Di sisi lain, ia tak terima nyinyiran Fadli ke bosnya.

Itu artinya bahwa dia masih butuh banyak baca lagi. Banyak baca beberapa regulasi untuk dia memahami. Karena, dengan statement itu, tidak terlalu etis bagi seorang anggota DPR. Karena saya mengukur dengan dirinya saya waktu saya menjadi anggota DPR, tutur Ngabalin.

Kurang baca regulasi yang dimaksud Ngabalin adalah adanya pembagian tugas dalam penanganan bencana di suatu wilayah. Suatu bencana di wilayah tertentu, menurut Ngabalin, dapat ditangani secara langsung oleh pemerintah daerah (pemda) hingga lembaga/ kementerian.

Ngabalin lantas mengenang saat dirinya menjadi anggota DPR. Dia bersama, anggota dewan lainnya mengumpulkan bantuan untuk korban bencana. Setelah bantuan terkumpul, bantuan tersebut disalurkan kepada para korban.

Ada memang di bencana-bencana tertentu yang ditangani langsung oleh pemda, oleh pemda provinsi, tingkat bawahnya lagi itu oleh pemda tingkat dua atau kota. Di atasnya lagi itu ada badan-badan negara/pemerintah, kata Ngabalin.

Mendengar keributan ini, Partai Demokrat meminta polemik banjir Sintang dihentikan dan fokus penanganan korban. Jangan sampai mereka kekurangan pasokan makanan dan bantuan lainnya yang mereka perlukan, kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.

Agar bencana ini tidak terulang, ia meminta pemerintah pusat perlu mendukung langkah Gubenur Kalbar yang tegas terhadap perusahaan sawit dan tambang. Seperti peninjauan kepada perusahaan yang mencari keuntungan semata. Namun ketika masyarakat sedang terkena musibah bencana, perusahaan tidak peduli.

Herzaky memprediksi, banjir di Kalbar saat ini semakin meluas, dan belum mencapai puncaknya. Sebab itu, partai berlogo mercy ini turut membantu warga terdampak banjir, sesuai arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

Menurut dia, Ketua DPD Provinsi Kalbar terpilih, Ermyn Elviani, yang juga Ketua Fraksi PD di DPRD Provinsi Kalbar, sudah turun langsung ke Sintang, Sanggau, dan Sekadau. Dia memberikan bantuan sembako dan bantuan lainnya yang diperlukan oleh warga terdampak, pungkasnya. [MEN]

Artikel Asli