Diungkapkan Mahfud Ke Papua, Pemerintah Sungguh Sangat Baik

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 07:40
Diungkapkan Mahfud Ke Papua, Pemerintah Sungguh Sangat Baik

Menko Polhukam, Mahfud MD blak-blakan soal sikap pemerintah Indonesia kepada Papua. Berbagai pembangunan infrastruktur, hingga kebijakan yang dibuat pemerintah, selalu memikirkan soal Papua. Termasuk, memberikan kesempatan Papua menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional, PON ke XX dan Peparnas ke XVI.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam konferensi pers di Papua, kemarin. Beberapa jam sebelum penutupan oleh Presiden Jokowi tadi malam. Dalam konferensi pers itu, Mahfud tampak didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Mula-mula, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu memuji kesuksesan Papua baik sebagai tuan rumah maupun sebagai peserta dalam event olah raga paling bergengsi tingkat nasional itu.

Ini luar biasa hebat, pujinya.

PON dan Perparnas, sebutnya merupakan pembuktian Papua dan Indonesia itu sudah sangat bersenyawa. Senasib sepenanggungan.

Ia tidak menyangka jika PON dan Peparnas akan sesukses ini. Karena jelang perhelatan olah raga itu digelar, ada banyak catatan mengkhawatirkan di Papua. Mulai dari masalah keamanan, ketertiban, Covid-19, sambutan publik dan lain sebagainya.

Tapi hasilnya luar biasa. Membuktikan bahwa Papua ini sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Bisa aman, bisa meriah. Nyaman tenang juga, ucap Mahfud.

Ada orang yang mengatakan Papua gak aman tuh, banyak dar der dor, banyak semacam aksi kekerasan, sambungnya.

Bahkan, Presiden Jokowi tetap mengupayakan waktu untuk bisa hadir di Papua guna menutup Peparnas ke XVI usai melakukan kunjungan kerja ke wilayah lain. Padahal, saat PON kemarin, Jokowi sudah membuka langsung.

Peparnas-ditutup oleh bapak presiden. Karena seperti yang dikatakan presiden, Papua selalu ada di hati Presiden Republik Indonesia, tegas Mahfud.

Mahfud menjelaskan bahwa perhatian pemerintah pusat kepada Papua cukup besar. Tak cuma memberikan kepercayaan sebagai tuan rumah ajang olah raga akbat tingkat nasional, tapi jauh hari sebelumnya Papua diberikan keistimewaan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan prakarsa sendiri. Yakni lewat otonomi khusus atau otsus.

Keistimewaan ini menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah pusat sangat baik dan perhatian kepada Papua. Ini membuktikan bahwa perhatian pemerintah terhadap Papua sudah tidak dapat diragukan, terangnya.

Disamping ini, lanjut Mahfud. Pelaksanaan pembangunan kesejahteraan yang komprehensif juga telah dilakukan di Papua. Pembangunan ini, klaimnya akan terus digeber karena perintah Inpres Nomor 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Tujuan pokok diterbitkannya inpres tersebut adalah untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan di Papua yang mencakup 7 prioritas yaitu kemiskinan, pendidikan, kesehatan, UMK, ketenagakerjaan, pencapaian SDGs dan infrastruktur, sebutnya.

Agar semuanya berjalan mulus, kata Mahfud, diperlukan situasi politik dan keamanan yamg kondusif. Ia berjanji pemerintah akan melakukan pendekatan secara baik-baik terhadap aksi kekerasan maupun pemberontakan yang terjadi di Papua.

Pendekatan damai tanpa kekerasan dan tanpa senjata. Tanpa dar der dor, janjinya. Tindakan kekerasan harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sambung Mahfud.

Meskipun ia mengakui, menghadapi tindakan kekerasan yang terjadi di Papua tidak mudah. Karena dilakukan salah satunya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Terkadang sulit menyelesaikan tindakan kekerasan oleh KKB, karena KKB itu kalau bertindak enggak pakai hukum. Semua dibabat, akunya.

Memang, Papua adalah satu daerah yang jadi perhatian khusus pemerintah saat ini. Wapres Maruf Amin ketika bertandang ke Papua pertengahan Oktober lalu mengatakan bahwa Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun Desain Besar Percepatan Pembangunan Papua.

Kebutuhan pendanaan untuk Rencana Aksi dan Quick Wins tersebut juga sudah dianggarkan dalam APBN Tahun Anggaran (TA) 2021. Secara umum dialokasikan melalui pendanaan sektoral kementerian/lembaga, serta pendanaan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) untuk mendukung 7 fokus pembangunan yang disebut Mahfud tadi.

Selain itu, juga didukung pendanaan melalui Dana Otonomi Khusus Papua Tahun Anggaran 2022 yang berupa Specific Grant sebesar 1,25 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) nasional dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), ungkap Wapres.

Semoga saja, perhatian dan kebaikan pemerintah pusat kepada Papua benar-benar dapat dirasakan oleh semua rakyat Papua. Bukan untuk segelintir orang saja ya Pak!

Sebelumnya, Jokowi sempat membuat video singkat usai dirinya melakukan lawatan di di 3 negara. Dalam video itu, Jokowi menyampaikan permintaan maaf kepada warga Papua karena tidak bisa membuka langsung Peparnas XIV. Jokowi harus menjalankan karantina mandiri untuk melaksanakan aturan protokol kesehatan, usai bepergian dari luar negeri.

Saya lebih memilih hadir di acara penutupan nantinya di Jayapura. Karena Papua selalu ada di hati saya, kata Jokowi. [SAR]

Artikel Asli