Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri Balikin Kerugian Negara Tak Hapus Tindak Pidana

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 14 November 2021 - 07:25
Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri Balikin Kerugian Negara Tak Hapus Tindak Pidana

Dua tersangka korporasi dalam perkara dugaan korupsi PT Asabri mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 10,7 miliar. Meski ada pengembalian, tindakan tersangka tak bisa begitu saja menghapus tindak pidana yang terjadi.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (JAM Pidsus Kejagung), Supardi menyebut, meski niatnya baik, pengembalian uang kerugian negara tidak dapat menghapus tindak pidana.

Tetapi ya nanti kan ada pertimbangan, seperti untuk memperingan saat penuntutan maupun saat putusan. Kalau dia (tersangka) dinyatakan bersalah dan dihukum, kata Supardi.

Dua tersangka yang telah mengembalikan fee atas pengelolaan saham dan reksa dana milik PT Asabri, yakni PT Maybank Asset Managemenet (MAM) dan PT Insight Investment Management (IIM).

Supardi berharap, tersangka korporasi lain mengikuti langkah yang diambil PT MAM dan PT IIM. Sebab pengembalian uang kerugian negara, bisa dijadikan pertimbangan meringankan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam merumuskan tuntutannya. Selain itu pengembalian uang yang terindikasi berasal dari perbuatan korupsi, dapat mengembalikan nilai kerugian negara di Asabri yang ditaksir mencapai Rp 22,78 triliun.

Kalau bersedia mengembalikan pasti kita terima, ujar Supardi. Dalam perkara PT Asabri, ada 10 perusahaan manajer investasi yang dijadikan tersangka. Mereka diduga mengelola uang PT Asabri tidak sebagaimana mestinya.

Yakni, PT IIM (Insight Investmen Manajemen), PT MCM (Milenium Capital Manajemen), PT PAAM (Pool Advista Asset Manajemen), PT RAM (Recapital Asset Management).

Kemudian PT VAM (Victoria Asset Management), PT ARK (Asia Raya Kapital), PT OMI (OSO Manajemen Investasi), PT MAM (Maybank Asset Management), PT AAM (Aurora Asset Management), dan PT CC (Corfina Capital).

Peran korporasi dalam korupsi PT Asabri, berhasil diungkap Kejagung setelah mengembangkan perkara yang menjerat 9 tersangka. Mereka adalah (almarhum) Ilham Wardhana Siregar sebagai Kepala Divisi Investasi PT Asabri periode 2012-2017, Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2011-2016; Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020; Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015

Kemudian Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019; Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan; Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera; Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk dan Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations.

Selain menetapkan tersangka korporasi, Kejagung turut menetapkan 4 tersangka baru. Yakni eks Direktur Ortos Holding, Edward Seky Soerjadjaya; mantan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas, Bety; Komisaris PT Sekawan Inti Pratama, Rennier Abdul Rachman Latief dan Teddy Tjokrosaputro, bos di PT RIMO Internasional Lestari. Sehingga total tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri berjumlah 23.

Sementara dalam perkara pokok Asabri, penyidik terus memburu aset-aset milik para tersangka. Supardi menyebut, saat ini nilai aset sitaan dari tersangka perorangan yang sudah diajukan ke persidangan, berjumlah sekitar Rp 15,8 triliun.

Itu yang sementara, kan ada yang baru disita tetapi belum dihitung nilainya. Dan ini tim masih turun ke lapangan, untuk mencari (aset-aset) lainnya yang dapat disita, pungkas Supardi.

Terakhir diketahui, Kejagung menyita tanah dan bangunan seluas 60 ribu meter persegi milik adik Benny Tjokrosaputro, yakni Teddy Tjockrosaputro yang berlokasi di Ambon.

Aset tersebut berupa tiga bidang tanah yang terbagi atas sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), masing-masing seluas 25.000 meter persegi, 20.000 meter persegi, dan 15.000 meter persegi. Terkait nilai aset tersebut, saat ini masih dihitung oleh tim penilai. [BYU]

Artikel Asli